Rabu, 08 Juni 2022

Cara Kerja Dan Konstruksi Syncromesh Transmisi Manual

Daftar Isi [Tampilkan]

CARA KERJA DAN MEKANISME SYNCHROMESH 


Pengaturan pemindahan gigi dapat dilakukan dengan lembut, mudah dan cepat dengan alat synchromesh. adalah sangat menguntungkan terutama saat deselerasi dan akselerasi. Lebih lanjut, waktu perawatan transmisi dapat diperpanjang dan memperkecil kerusakan karena tidak ada alasan tenaga diberikan pada gigi-gigi 
dan part lainnya.

SYNCHROMESH TIPE KEY (WARNER) 


Konstruksi

konstruksi-syncromesh



Sebuah synchromesh tipe key terdiri dari sebuah clutch hub, insert, spring, sleeve, blocker ring dan dog gear pada gear mainshaft. Clutch hub dipasang ke spline pada mainshaft. Terdapat tiga alur dalam spline pada sekeliling hub. Insert adalah disisipkan ke dalam alur key, dan sleeve terpasang padanya. 

Sleeve terpasang pada hub melalui spline. Terdapat sebuah alur di mana shift arm 
disisipkan disekelilingnya, dan digerakkan kearah aksial oleh shift arm. Terdapat alur dibagian tengah dari sekeliling dalam sleeve, dan beralur, bagian menonjol pada insert. Tiga buah insert terpasang pada alur hub, dan tonjolan tengah terhubung dengan alur pada sleeve. Insert ditekan keluar oleh spring 
melawan sleeve. 

Kedua ujung dari insert masuk ke bagian bentuk dari blocker ring, memindahkan gerakan dari sleeve ke blocker ring. Bagian luar dari blocker ring dilengkapi dengan spline, dan bagian yang berhadapan dengan sleeve adalah chamfer sehingga dengan mudah berhubungan dengan spline pada sleeve. 

Bagian dalam berbentuk tapered cone dan beralur. Ketika perpindahan gigi-gigi, lapisan oli terpotong dan memudahkan kopling bekerja.

Cara kerja 


Tahap 1 


cara-kerja-syncromesh


Tahap pertama adalah sleeve bergeser oleh shift arm untuk mengawali proses penyamaan. 

a. Bersamaan dengan insert, sleeve bergerak 
pada clutch hub. 
b. Ujung dari insert menekan blocker ring kearah 
aksial. 
c. Blocker ring menekan ke bagian kerucut dari gigi, dan blocker ring berputar oleh gaya gesekan yang dihasilkan, karena blocker ring menekan pada bagian kerucut gigi. Posisi yang relative dari spline blocker ring dan sleeve adalah ditunjukkan pada gambar dikiri. 

Tahap 2 


konstruksi-syncromesh



Tahap kedua adalah dari awal bekerjanya proses synchronisasi hingga proses akhir synchronisasi .
 
a. Ketika sleeve digerakkan lebih lanjut oleh shift arm, ketiga insert menekan spring dan turun, dan gigi – gigi pada blocker ring dan sleeve menjadi berhubungan satu sama lainnya. 
b. Sleeve terus bergerak lebih lanjut dengan menekan blocker ring. Bagaimanapun jika perbedaan kecepatan antara roda gigi dengan synchronizer besar, maka terjadi gaya penekanan kembali sleeve terhadap blocker ring, sleeve tidak bisa bergeser lebih lanjut. 

Dengan konsekwensi, gaya pada shift arm yang terus menggerakkan sleeve menekan blocker ring melawan tapered cone lebih kuat, mengakibatkan gaya gesekan meningkat. 

c. Sebagai hasilnya, synchronizer dipercepat atau diperlambat sampai kecepatan sama dengan itu roda gigi jadi berhubungan dengan cones roda gigi

Tahap 3 


cara-kerja-syncromesh-ring



Tahap ketiga adalah bekerjanya dari akhir proses synchronisasi hingga akhir penghubungan. 

a. Ketika kecepatan blocker ring telah sama dengan roda gigi, gaya yang berniat untuk memutar blocker ring menghilang, mengakibatkan sleeve menekan blocker ring terus dan bergerak lebih lanjut. 

b. Sleeve berhubungan dengan dog gear pada mainshaft gear dengan mudah mengakibatkan kecepatan yang sama. 

SYNCHROMESH TIPE PIN 


Konstruksi 


konatrukai-hubslive



Mekanisme synchromesh tipe pin terdiri dari synchronizer ring, clutch hub, tiga syncrhronizer pin,tiga guide pin, tiga pendorong (thrust pieces), 'tige pegas pengunci synchromesh (synchronizer lock spring) dan sebuah bola. Synchronizer pin memegang synchronizer ring pada ke dua sisi. 

Di tengahnya terdapat (chamfered) dengan sudut 5 0 0. Dan menekan melalui kopling hub sleeve. Tipe ini digunakan pada transmisi MAF dan MJA  yang dipasang pada kendaraan F dan C series. Guide pin terkunci berlawanan di setiap 
synchronizer pin dan bola tertekan ke dalam alur di tengah pada setiap pin dengan adanya tekanan pegas yang terletak dalam sebuah lubang pada hub sleeve. Guide pin menahan synchronizer ring pada tiap sisi dalam posisi netral. Bagian luar synchronizer ring berbentuk kopling kerucut.

Fungsi 


Bila tuas pemindah gigi digerakkan, clutch hub sleeve akan terdorong ke kiri dan alur bagian dalam pada hub sleeve mulai berkaitan dengan alur-alur roda gigi (gear spline). Syschronizer ring dibuat sedemikian rupa agar dapat bersentuhan dengan bagian dalam roda gigi yang berbentuk kerucut, sebelum roda gigi bersentuhan dengan hub sleeve. 

Pada waktu synchronizer ring dan roda gigi yang kerucut bersinggungan, sinkronisasi di mulai dan tenaga dipindahkan dari hub sleeve ke sinchronizer ring melalui tiga guide pin dan tiga synchronizer pin. Pada tiap syschronizer pin membentuk seperti gambar di samping alur pada syschronizer pin dibuat bersentuhan dengan hub sleeve seperti diperlihatkan oleh momen kopling kerucut saat mulai persentuhan. Geseran juga terjadi, peda guide pin.