Selasa, 28 Juni 2022

Komponen kopling pada mobil

Daftar Isi [Tampilkan]

KONSTRUKSI DAN FUNGSI KOPLING JENIS DIFRAGMA


1. KONSTRUKSI KOMPONEN KOPLING 

kopling diafragma

Fungsi utama kopling jenis kopling Diafragma ( selanjutnya kita tulis clutch cover sebagai bahas tehnik nya ) adalah untuk menghubungkan dan memutuskan tenaga mesin dengan cepat dan akurat. Cover clutch selalu berputar dengan kecepatan yang sama dengan putaran mesin dan harus memiliki balance yang baik pada saat berputar dan dapat meradiasikan panas yang efektif ketika kopling berhubungan. Di dalam cover clutch terdapat spring-spring yang menekan pressure plate terhadap pelat kopling. Spring yang digunakan ada yang berbentuk coil spring dan diaphragm spring.


Tambah wawasan kamu :

Belajar keterampilan dasar jadi teknisi

Komponen utama sistem transmisi

Cara kerja transmisi manual

Cara kerja VVTi


KOMPONEN KOPLING PEGAS DIAPHRAGMA


Tipe Diaphragm spring kebanyakan digunakan pada kendaraan dengan kecepatan tinggi. Pegas diaphragm terbuat dari pegas baja, Setelah dibentuk kemudian dipanaskan untuk menambah kekuatan. Batas-batas yang diharapkan dari konstanta spring diperoleh dengan mempertimbangkan tinggi dan tebal dari diaphragm secara hati-hati. Berikut ini komponen kopling mobil


kopling diafragma


Dari konstruksi yang diillustrasikan dalam gambar, spring diaphragm itu tidak hanya berfungsi sebagai pegas kopling tetapi juga sebagai release lever. Pada bagian spring diaphragm dibaut ke clutch cover melalui wire ring yang dipasang pada ke dua sisi spring, dan sekeliling bagian luar spring dihubungkan ke pressure plate.


2. CARA KERJA DIFRAGMA SPRING


kopling diafragma


Pada saat tekanan diberikan pada sekeliling bagian dalam diaphragm spring, gaya spring melawan wire ring, menyebabkan sekeliling bagian luar diaphragm bergerak keluar, dengan demikian menggerakkan pressure plate menjauhi dari flywheel.

komponen kopling mobil terdiri dari beberapa komponen kopling mobil

METODE PEMINDAHAN TENAGA MESIN


kopling diafragma

1. Menurut metode yang umumnya, permukaan pressure plate dipasang pada lubang clutch cover untuk memungkinkan gerakan sliding pressure plate dalam arah aksial. Tipe kopling seperti ini tergantung pada gesekan material facing untuk memindahkan torsi mesin, gesekan material besar kemungkinan aus dengan pengoperasian pemutusan hubungan yang tidak benar jika torsi mesin meningkat secara berlebihan.


kopling diafragma


2. Pada tipe kopling sudah pasti, clutch cover dihubunngkan dengan pressure plate oleh strap plate, (gambar disamping) defleksi digunakan untuk menggerakan pressure plate dalam arah aksial, dengan demikian membuat kopling berhubungan dan tidak berhubungan.


Kopling mempunyai susunan mekanis sedemikian rupa dan menjamin pemindahan torsi mesin yang baik selama pressure plate pada cover clutch mempertahankan dari selip selama pressure plate berhubungan dengan disc clutch. Bila kopling dihubungkan, tenaga mesin diteruskan dari flywheel mesin ke transmisi seperti berikut. Fly whell ke cover clutch ke pressure plate ke disc clutch ke input transmisi.


3. KARAKTERISTIK 


KEISTIMEWAAN DIAPHRAGM SPRING


kopling diafragma

1. Stabil terhadap perubahan beban spring dan merata saat dioperasikan pada kecepatan tinggi. Berbeda dengan coil spring, diaphragm spring tidak dipengaruhi oleh gaya sentrifugal yang dihasilkan melalui kecepatan putar yang tinggi dan karenanya tenaga spring tidak berubah.


2. Tidak ada kondisi mengambang seperti release lever. Release lever tidak diperlukan karena diaphragm spring berfungsi juga sebagai release lever.


kopling diafragma

3. Tenaga yang diperlukan untuk membebaskan kopling kecil Karakteristik dari diaphragma spring dapat secara bebas bervariasi dengan mengubah hubungan antara tingginya dan ketebalan dari diaphragm spring. Lihat gambar, perlu dicatat bahwa tenaga yang diperlukan untuk menahan kopling dalam posisi terbebas penuh sangat kecil.


kopling diafragma


4. Tenaga spring yang diberikan pada komponen kopling tidak berubah meskipun facing aus. Jika test dilakukan dengan membandingkan tenaga diaphragm spring dan coil spring set pada nilai yang sama, kurva perubahan tenaga spring yang diberikan seperti yang ditunjukkan pada gambar. Pada grafik menunjukkan gerakan pressure plate sepanjang garis horizontal dan tekanan pressure plate sepanjang garis vertikal. Karakteristik coil spring ditunjukkan dalam garis “PX” dan karakteristik diaphragma spring ditunjukkan dalam garis “PY”.


Pada saat kopling dipasang baru, tekanan dari pressure plate pada posisi normal “ X”, adalah sebanding untuk kedua tipe, bila pressure plate pada posisi pembebasan maksimum (ditekan penuh), ditunjukkan pada grafik “Z”. Bila pelat kopling pada posisi keausan sampai batas limit ditunjukkan pada grafik “Y”. Dalam kasus coil spring, tekanan spring berkurang karena keausan facing seperti halnya yang ditunjukkan pada grafik garis “A”, dalam keadaan seperti ini kopling cenderung slip. Sedangkan dalam diaphragm spring, bagaimanapun juga tekanan spring tidak

berkurang walaupun ketebalan facing berkurang seperti yang ditunjukkan pada grafik garis “B”.


 KARAKTERISTIK KOPLING COIL SPRING


kopling diafragma

Dalam kasus coil spring konstan, konstanta spring tidak berubah. Bagaimanapun juga, coil spring tidak cocok untuk digunakan pada kopling dengan operasi putaran tinggi, jika perputaran tinggi pada kopling bertambah, mengakibatkan coil spring terlempar ke luar seperti yang ditunjukkan pada gambar, dan menimbulkan tekanan spring berkurang


4. KAPASITAS KOPLING


kopling diafragma


Jika kapasitas kopling berlebihan dari torsi yang dihasilkan oleh mesin, mesin cenderung mati saat kopling berhubungan, bila kapasitas kopling kecil, kopling akan cenderung slip dan mempercepat keausan pada facing. Dengan demikian, kapasitas kopling sangat penting dipertimbangkan secara hati-hati sesuai out put mesin. Gambar dibawah menunjukkan bagaimana awal bergeraknya kendaraan dipengaruhi oleh kapasitas kopling. 


Pernyataan dari gambar disamping, jika kapasitas kopling besar, diperlukan waktu yang pendek untuk memindahkan kopling ke dalam penghubungan penuh, tetapi mesin akan mati karena beban yang diberikan pada mesin secara mendadak. Sebaliknya, jika kapasitas kopling terlalu kecil, selama periode kopling berlanjut untuk slip setelah penghubungan menjadi lebih panjang tetapi kecepatan mesin berkurang sehubungan dengan tenaga yang sangat kecil.


FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMAKAIAN KOPLING


Tingkat keausan friction plate sangat dipengaruhi oleh periode selama kopling tertahan pada hubungan sebagian. Keausan friction plate dipengaruhi oleh factor–faktor berikut :


A. PENGARUH KECEPATAN MESIN TERHADAP PEMAKAIAN KOPLING


kopling diafragma

Lihat pada gambar, dapat dicatat jika penghubungan kopling pada saat mesin berputar dengan kecepatan tinggi, pada waktu tertentu, diambil sebelum kopling berhenti slip tetapi reduksi kecepatan mesin sangat kecil.


B. PENGARUH BERAT KENDARAAN TERHADAP PEMAKAIAN KOPLING

kopling diafragma



Seperti pada gambar grafik disamping, menambah berat dari kendaran akan memperluas selama periode bilamana kopling slip berlanjut dengan demikian sangat mempengaruhi akselerasi. Diagram juga menunjukkan bagaimana selama periode yang mana kopling selanjutnya slip bervariasi dengan gigi rendah dan gigi kedua ketika digunakan awal bergerak (starting).

C. PENGARUH KAPASITAS KOPLING TERHADAP PEMAKAIAN KOPLING

kopling

Seperti pada gambar grafik disamping, selama periode di mana kopling terus slip setelah penghubungan dapat diperpendek dengan meningkatkan kapasitas kopling tetapi jika seperti kasus penghubungan kopling diikuti dengan pengurangan kecepatan mesin mendadak output mesin diteruskan oleh kopling adalah besar. Maka mesin akan mati ketika untuk menstart kendaraan dan akselerasi adalah berpengaruh.