Tampilkan postingan dengan label Sistem Transmisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Transmisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juli 2022

Sistem Transmisi Otomatis, Fungsi, Komponen, Cara kerja

Sistem Transmisi Otomatis, Fungsi, Komponen, Cara kerja

Sistem Transmisi Otomatis


DESCRIPTION


transmisi otomatis



Transmisi Otomatis Saat pengemudi mengemudikan kendaraan yang menggunakan sistem transmisi manual, tuas persneling digunakan untuk memindahkan tingkat gigi transmisi ke tingkat yang lebih tinggi, untuk meningkatkan kecepatan kendaraan. Saat menuruni bukit atau saat kendaraan tidak memiliki tenaga yang cukup untuk mendaki bukit, transmisi perlu digeser ke tingkat yang rendah.


Untuk itu, pengemudi perlu selalu memahami beban mesin dan kecepatan kendaraan untuk dapat melakukan perpindahan gigi dengan baik. Dengan menggunakan sistem transmisi otomatis, perhatian pengemudi seperti di atas tidak diperlukan lagi, karena perpindahan gigi transmisi dilakukan secara otomatis pada waktu yang paling tepat sesuai dengan beban mesin dan kecepatan kendaraan.


Tambah wawasan kamu :

Cara kerja trnasmisi manual

Pegas diafragma pada kopling

Komponen utama sistem transmisi


KEUNGGULAN TRANSMISI OTOMATIS


Dibandingkan dengan sistem transmisi manual, sistem transmisi otomatis memiliki keunggulan sebagai berikut:


1. Mengurangi kelelahan pengemudi dengan menghilangkan pengoperasian dan pemindahan pedal kopling.


2. Pemindahan gigi terjadi secara otomatis dan mulus pada kecepatan yang sesuai untuk kondisi berkendara, sehingga membebaskan pengemudi dari teknik mengemudi yang sulit seperti pengoperasian kopling.


3. Mencegah mesin dan transfer tenaga dari kelebihan beban karena semuanya terhubung secara hidrolik (melalui torque converter) yang tidak mekanis.


BAGIAN UTAMA DAN FUNGSI


Basic


Transmisi otomatis terdiri dari beberapa jenis yang dibuat dengan cara yang berbeda, tetapi fungsi dasar dan prinsip kerjanya sama. Transmisi otomatis memiliki beberapa komponen utama. Agar transmisi otomatis dapat bekerja dengan baik, bagian-bagian tersebut harus dapat bekerja dengan baik dan dalam kondisi yang baik. Untuk mendapatkan pemahaman penuh tentang cara kerja transmisi otomatis, perlu dipahami peran dasar dari bagian-bagian utama.


Transmisi otomatis terdiri dari beberapa komponen utama sebagai berikut:


1. Konverter torsi

2. Unit roda gigi planet

3. Unit kontrol hidrolik

4. Tautan manual

5. Cairan transmisi otomatis


TORQUE CONVERTER


torque-converter

Konverter torsi dipasang di sisi input transmisi dan dibaut ke poros engkol roda gila. Konverter torsi diisi dengan oli transmisi otomatis (ATF) yang berfungsi untuk meningkatkan torsi mesin dan ditransmisikan ke transmisi.


Fungsi konverter torsi:


1. Memperbesar momen (torsi) yang dihasilkan oleh mesin.

2. Bekerja sebagai kopling otomatis yang mentransfer (atau memutuskan) torsi mesin ke transmisi.

3. Peredam getaran (getaran torsional) akibat momen mesin dan transfer tenaga (drive train).

4. Berfungsi sebagai flywheel untuk melunakkan putaran mesin.

5. Dorong pompa oli dari sistem kontrol hidraulik.


PLANETARY GEAR UNITS


planetary gear unit



Unit roda gigi planet ditempatkan dalam kotak transmisi, yang terbuat dari paduan aluminium. Unit planetary gear terdiri dari planetary gear yang mengubah jumlah putaran, kopling dan rem yang dioperasikan oleh tekanan hidrolik (cairan) untuk mengontrol operasi planetary gear; poros untuk mentransmisikan tenaga mesin dan bantalan untuk memperlancar putaran setiap poros.


Fungsi unit roda gigi planet:


1. Menghasilkan beberapa rasio gigi untuk mendapatkan torsi dan kecepatan putaran sesuai dengan kondisi berkendara dan keinginan pengemudi.

2. Sediakan gigi mundur untuk arah gerakan mundur

3. Memberikan posisi gigi netral yang memungkinkan kendaraan berbelok idling saat kendaraan berhenti


PLANETARY GEAR SET


Planetary gear set adalah roda gigi yang dihubungkan secara seri yang terdiri dari sun gear, beberapa pinion gear, carrier yang menghubungkan pinion gear dengan ring gear dan ring gear.


BRAKE


Rem menahan salah satu komponen planetary gear (sun gear, ring gear atau carrier) yang dapat bergerak untuk mendapatkan gear ratio yang dibutuhkan. Rem dioperasikan oleh tekanan hidrolik. Ada dua jenis rem, yaitu rem cakram ganda basah dan rem tipe pita.

Pada tipe rem cakram ganda, pelat yang dipasang pada rumah transmisi dan cakram berputar integral dengan setiap set roda gigi planet ditekan satu sama lain untuk menahan satu bagian dari roda gigi planet agar tidak bergerak.

Pada tipe rem band, brake band dililitkan pada tromol rem yang terpasang pada salah satu bagian dari planetary gear. Jika tekanan hidrolik bekerja pada piston yang bersentuhan dengan pita rem, pita rem akan mencengkeram tromol rem untuk menahan satu bagian dari roda gigi planet agar tidak bergerak.


CLUTCH AND ONE-WAY CLUTCH


one way clutch


Kopling menghubungkan konverter torsi untuk mentransfer torsi engine ke poros perantara dan memutuskan konverter torsi dari planetary gear untuk menghentikan transfer torsi. Kopling tipe cakram ganda terdiri dari beberapa cakram yang disusun maju mundur.


Kopling dihubungkan dan dilepaskan oleh tekanan hidrolik. Kopling satu arah terdiri dari inner race dan outer race dengan sprag atau roller yang ditempatkan di tengah. Kopling satu arah hanya dapat mentransmisikan momen puntir dalam satu arah.


HYDRAULIC CONTROL SYSTEM


cara kerja valve body



Sistem kontrol hidrolik terdiri dari oil pan yang berfungsi sebagai penampung cairan, pompa oli untuk menghasilkan tekanan hidrolik, valve yang memiliki berbagai fungsi dan saluran pipa cairan yang menyalurkan oli transmisi ke kopling, rem dan bagian lain dari sistem kontrol hidrolik. . Sebagian besar katup sistem kontrol hidraulik terletak di rakitan badan katup di bawah roda gigi planet.


Fungsi sistem kontrol hidrolik:


1. Alirkan oli transmisi ke konverter torsi.

2. Mengatur tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh pompa oli.

3. Ubah beban mesin dan kecepatan kendaraan menjadi "sinyal" hidrolik.

4. Terapkan tekanan hidrolik ke kopling dan rem untuk mengatur operasi roda gigi planetary.

5. Lumasi bagian transmisi dengan oli.

6. Dinginkan konverter torsi dan transmisi dengan oli.


KONTROL PERGESERAN


Sistem kontrol hidraulik mengubah beban engine dan kecepatan kendaraan menjadi "sinyal" hidraulik. Berdasarkan sinyal ini, tekanan hidrolik diterapkan pada kopling, rem, dan roda gigi planetary untuk mengubah rasio roda gigi secara otomatis sesuai dengan kondisi mengemudi. Pemindahan gigi dilakukan oleh unit kontrol hidrolik dengan cara berikut.


MANUAL LINKAGE




Transmisi otomatis melakukan up-shift dan downshift secara otomatis. Namun ada dua keterkaitan yang memungkinkan pengemudi beroperasi secara manual dengan menyambungkan ke transmisi otomatis. Linkage ini adalah tuas pemilih dengan kabel dan pedal akselerator dan kabel throttle.


SHIFT PEMILIH KABEL


Tuas pemilih perpindahan memiliki tuas perpindahan transmisi manual. Hal ini terhubung dengan transmisi melalui kabel. Pengemudi dapat memilih mode maju atau mundur, netral dan parkir dengan mengoperasikan tuas ini.


 Pada sebagian besar transmisi otomatis, mode maju terdiri dari tiga level "D" (Berkendara),",2" (Kedua) dan "L" (Rendah). Untuk alasan keamanan, mesin hanya dapat dihidupkan pada posisi "N" (Netral) atau "P" (Parkir); karena pada posisi tersebut transmisi tidak dapat menyalurkan tenaga dari mesin ke drive train.


ACCELERATION PEDAL


Pedal akselerasi dihubungkan melalui kabel ke katup throttle (sensor posisi throttle). Derajat menekan pedal akselerasi, juga membuka katup throttle ditransmisikan ke transmisi melalui kabel ini.


Transmisi otomatis melakukan up-shift dan downshift tergantung pada beban mesin (pembukaan katup throttle) dan pengemudi dapat mengubahnya dengan mengatur pedal akselerasi


AUTOMATIC TRANSMISSION FLUID (ATF)


Minyak mineral berbasis minyak bumi bermutu tinggi khusus yang dicampur dengan beberapa aditif digunakan untuk melumasi transmisi otomatis. Oli ini dikenal dengan nama Automatic Transmission Fluid (ATF) untuk membedakannya dengan oli jenis lain.


Transmisi otomatis harus selalu menggunakan tipe ATF yang ditentukan. Penggunaan ATF selain yang ditentukan atau penggunaan ATF campuran akan mengurangi kemampuan transmisi otomatis. Untuk memastikan transmisi otomatis bekerja dengan baik, level oli juga penting.


Gunakan dipstick untuk memeriksa level oli, hal ini dilakukan saat mesin dalam keadaan idling dan transmisi pada temperatur operasi normal serta tuas transmisi pada posisi P. fungsi ATF


1. Mentransfer momen puntir dalam konverter torsi

2. Mengontrol sistem kontrol hidrolik, serta kerja kopling dan rem pada transmisi otomatis.

3. Lumasi roda gigi planet dan bagian bergerak lainnya

4. Mendinginkan bagian yang bergerak


Penaganan Pada Trnasmisi Otomatis


Banyak sekali orang yang memiliki mobil matic tidak tahu cara melakukan perawatan ataupun menangani mobil saat kendaraan sedang mogok. Jadi akan saya sampaikan beberapa hal baru yang mungkin kamu belum tahu. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat menangani kendaraan yang memiliki transmisi otomatis.

1.  Saat kendaraan mogok.


Hal yang sering banyak dilupakan saat menangani mobil matic yang mogok adalah dengan menderek mobil dengan cara di tarik. Hal ini sangat berbahaya dan merusak untuk transmisi matic. Kenapa demikian, karena pada dasarnya di dalam transmisi otomatis terdapat komponen yang selalu bergesekkan, dan komponen ini membutuhkan pelumasan agar part-part tidak mengalami keausan parah. 

Karena fluida atau bahasa umumnya oli matic hanya bersirkulasi saat mesin sedang runing. Jadi jika mesin dalam kondisi mati dan kemudian mobil di tarik maka part yang bergesekkan didalam transmisi otomatis akan aus dan rusak.

2. Jangan tarik mobil matic yang mogok


Seperti dijelaskan pada poin satu tadi, maka mobil matic yang mogok wajib di gendong untuk memindahkannya dari satu tempat ketempat lain yang jauh. Jika memang tidak ada akses untuk truk towing masuk maka pada intinya jangan sampai komponen pada transmisi matic berputar hal ini bisa dilakukan dengan cara melepas bagian propeler shaft pada mobil kamu. Hal ini akan mencegah putaran dari roda menuju transmisi.

3. Pastikan pergi kebengkel yang handal


Banyak terjadi mobil matic khususnya penggerak depan mengalami oli matic habis, hal ini dikarenakan hanya hal sepele yakni pemilik mobil mengganti oli mesin ke bengkel biasa yang mungkin mekaniknya masih belajar. Hal ini berakibat pada saat menguras oli mesin yang dikuras adalah oli transmisi. Kenapa bisa demikian, pada kebanyakan mobil bentuk carter dari transmisi otomatis hampirt menyerupai carter oli mesin bahkan menurut yang awam tidak bisa membedakannya.

Pastikan pergi kebengkel kepercayaan anda atau pergi ke bengkel resmi agar tidak terjadi salah kuras oli yang berdampak pada rusaknya transmisi matic.

Rabu, 06 Juli 2022

Torque Converter : Komponen Dan Cara Kerja Lengkap Gambar

Torque Converter : Komponen Dan Cara Kerja Lengkap Gambar

 TORQUE CONVERTER


Torque converter merupakan kopling yang terdapat pada transmisi otomatis yang bekerja berdasarkan gaya centrifugal. Torque conveter terpasang pada flay whell berputar dan membuat fluida didalam torque converter berputar dan menabrak turbin runer sehingga tenaga dari mesin bisa dilanjutkan menuju inputransmisi. 


Fungsi torque converter adalah:

1. Sebagai kopling fluida antara mesin dan transmisi untuk perpindahan torsi yang lembut.

2. Secara otomatis memperbesar input torsi mesin ke transmisi tergantung dari beban.

3. Converter outer housing menggerakkan tansmission internal pump sesuai dengan putaran mesin.

4. Menghubungkan langsung putaran mesin ke transmisi melalui lock up clutch jika dibutuhkan.


KONSTRUKSI


torque-converter

Torque converter assembly terdiri dari:

• Converter housing cover assembly (A) yang dibaut ke flywheel dan dan dilas dengan converter pump assembly (I).

• Converter pump assembly (I) sebagai komponen penggerak.

• Turbine assembly (F) sebagai komponen output atau yang digerakkan.

• Stator assembly (H) sebagai komponen reaksi yang terletak antara converter pump dan turbine assembly.

• Pressure plate assembly (C) di-spline ke turbine assembly untuk menghasilkan

hubungan langsung mekanis jika diperlukan.


Baca juga :

Sistem Transmisi Manual

Sistem Transmisi Otomatis

Cara Kerja Dan Konstruksi Syncromesh

Cara Tune Up Efi

CONVERTER PUMP ASSEMBLY DAN TURBINE ASSEMBLY


Saat mesin berputar, converter pump assembly befungsi sebagai pompa sentrifugal dengan memasuk-kan fluida pada bagian tengahnya dan melemparnya pada rim antara blade (lihat gambar). Tenaga dari fluida ini kemudian menabrak turbine blade dan menyebabkan turbine untuk berputar. Turbine shaft di- spline ke converter turbine untuk menghasilkan input ke transmisi. 


komponen-torque-converter

Saat RPM mesin dan converter pump bertambah, demikian juga turbine assembly dan turbine shaft. Akan tetapi, dengan terlepasnya pressure plate, kecepatan turbine tidak sama dengan kecepatan mesin karena terjadi sedikit slip yang disebabkan oleh kopling fluida. Converter dibuat sebagai kesatuan unit yang dilas dan disuplai fluida oleh internal pump dalam transmisi


PRESSURE PLATE, DAMPER AND CONVERTER HOUSING ASSEMBLIES


cara-kerja-torque-converter


Pressure plate di-spline ke turbine hub dan bekerja dengan converter cover untuk menghasilkan kopling mekanis dari mesin ke transmisi. Saat pressure plate assembly bekerja, sedikit slip yang terjadi saat melalui kopling fluida dihilangkan, sehingga menghasilkan perpindahan yang lebih efisien dari torsi mesin ke transmisi dan roda penggerak.


Pada bagian bawah gambar potongan torque converter memperlihatkan pressure plate pada posisi kerja sedangkan pada bagian atas memperlihatkan posisi tidak bekerja. Untuk mengurangi kejutan torsional saat pressure plate bekerja ke converter cover, spring loaded damper assembly (D) digunakan. Damper assem- bly di- spline ke turbine assembly dan damper's pivoting mechanism dipasang pada pressure plate assembly. 


Saat pressure plate bekerja, pivoting mechanism memungkinkan pressure plate untuk berputar secara bebas dari damper assembly sampai kira-kira 45 derajat. Efek peredaman dari damper assembly spring membantu mengurangi getaran pada converter clutch yang disebabkan oleh mesin atau permukaan jalan


Pressure plate di-spline ke turbine hub dan bekerja dengan converter cover untuk menghasilkan kopling mekanis dari mesin ke transmisi. Saat pressure plate assembly bekerja, sedikit slip yang terjadi saat melalui kopling fluida dihilangkan, sehingga menghasilkan perpindahan yang lebih efisien dari torsi mesin ke transmisi dan roda penggerak.


Pada bagian bawah gambar potongan torque converter memperlihatkan pressure plate pada posisi kerja sedangkan pada bagian atas memperlihatkan posisi tidak bekerja. Untuk mengurangi kejutan torsional saat pressure plate bekerja ke converter cover, spring loaded damper assembly (D) digunakan. Damper assem- bly di- spline ke turbine assembly dan damper's pivoting mechanism dipasang pada pressure plate assembly. 


Saat pressure plate bekerja, pivoting mechanism memungkinkan pressure plate untuk berputar secara bebas dari damper assembly sampai kira-kira 45 derajat. Efek peredaman dari damper assembly spring membantu mengurangi getaran pada converter clutch yang disebabkan oleh mesin atau permukaan jalan.


STATOR ASSEMBLY


komponen-torque-converter


Stator assembly terletak di antara pump assembly dan turbine assembly dan terpasang pada roller clutch. Roller clutch adalah tipe one-way clutch yang mencegah stator berputar berlawanan arah jarum jam. Fungsi dari stator adalah untuk mengarahkan fluida yang kembali dari turbine agar membantu mesin dalam memutar converter pump assembly, sehingga memperbesar torsi. Saat kecepatan kendaraan rendah, saat torsi yang lebih besar dibutuhkan, fluida dari turbine menabrak sisi depan stator blade (converter memperbesar torsi).


 Roller clutch mencegah stator berputar dengan arah yang sama dengan aliran fluida, sehingga mengarahkan fluida dan menaikkan tenaga fluida pada pump assembly. Fluida dari converter pump kemudian memiliki tenaga lebih untuk memutarkan turbine assembly dan memperbesar torsi mesin. Saat kecepatan kendaraan bertambah, gaya sentrifugal merubah arah fluida yang meninggalkan turbine sehingga menabrak sisi belakang dari stator blade (converter sebagai kopling otomatis). Saat ini terjadi, stator melalui roller clutch dan berputar bebas. Fluida tidak lagi diarah-kan dan torsi tidak lagi diperbesar.


CARA KERJA TORQUE CONVERTER


Saat mesin berputar, converter pump assembly berfungsi sebagai centrifugal pump. Menghisap fluida pada bagian tengahnya dan melemparkannya pada rim antara blade. Blade dibentuk sehingga fluida yang meninggalkannya berputar searah jarum jam menuju blade dari turbine. Saat fluida menabrak turbine blade, ia akan memaksa mereka untuk berputar. 


fungsi-torque-converter

Saat mesin idling tenaga fluida dari pump tidak cukup besar untuk memutar turbine, dan ini memungkinkan kendaraan tetap diam saat masuk gigi dengan mesin berputar idling. Saat throttle dibuka dan kecepatan pompa bertambah, lebih banyak oli yang dipompa.


Tenaga yang lebih besar bekerja pada turbine dan transmisi digerakkan. Saat beban pada output shaft dari converter (dari transmisi) menyebabkan torque converter berputar lebih lambat dari sisi input yang terhubung dengan mesin, converter akan memperbesar torsi. Dengan kata lain, meskipun RPM output lebih kecil dari RPM input, jumlah "puntiran" yang bekerja pada output shaft naik. Pembesaran torsi didapat secara hidrolis oleh aksi dari internal stator yang terpasang pada one-way roller clutch.


kerja-torque-converter

Saat converter memperbesar torsi, aliran fluida memaksa stator clutch untuk mengunci dan stator tetap pada posisi diam. Ini mengarahkan kembali fluida yang kembali dari turbine dan menghasilkan "dorongan" tambahan pada pump blade. Saat beban pada converter output shaft dikurangi dan sama dengan jumlah torsi yang dihasilkan oleh mesin, converter berhenti memperbesar torsi, output shaft kecepatannya bertambah dan RPM input/output akan hampir sama. Ini didapat oleh stator yang secara otomatis berputar pada one way roller clutch dan tidak lagi mengarahkan aliran fluida.


LOCK UP CLUTCH/TORQUE CONVERTER CLUTCH (TCC)


lock-up-clutch

Karena sifat dasar dari hydraulic torque converter, tidak akan pernah terjadi rasio 1:1 dari input ke output. Dengan kata lain, selalu ada sedikit slip antara input dan output shaft, bahkan saat torsi input mesin dan beban dari transmission hampir sama. Slip ini dapat menyebabkan mesin boros dan emisi gas buang naik. Selanjutnya, aksi internal dari torque converter menghasilkan panas. 


Panas disirkulasikan ke dalam transmisi melalui sirkulasi fluida. Terlalu banyak pembangkitan panas dalam converter dan transmisi dapat menyebabkan masalah. Untuk mengatasi ini, clutch dipasang dalam torque converter, dan TCC ini dikontrol oleh Transmission Control Module (TCM). Clutch plate sama bentuknya dengan conventional manual clutch, dan memiliki bagian tengah yang dapat berputar sampai 45°. TCC di-spline ke turbine dari converter, yang kemudian di- spline ke output shaft.


TCM akan mengaktifkan TCC dalam kondisi tertentu untuk:

1.Menghilangkan slip pada torque converter.

2.Mengurangi pembangkitan panas pada sistem.


TCM akan mengaktifkan TCC solenoid dalam transmisi untuk mengarahkan tekanan fluida ke belakang TCC plate, sehingga menempel pada converter housing dan menggerakkan transmisi dalam rasio 1:1. Saat TCM memerintahkan pelepasan TCC, tekanan diarahkan antara clutch plate dan converter housing, dan clutch terlepas. Transmisi kemudian digerakkan pada rasio converter.

Senin, 04 Juli 2022

Komponen Transmisi Manual Dan Fungsinya

Komponen Transmisi Manual Dan Fungsinya

sistem-transmisi


Sistem Transmisi merupakan komponen yang penting dari sebuah kendaraan bermotor. Semua kendaraan bermotor menggunakan sistem transmisi yang beraneka ragam. Tentunya sudah tidak asing bagi kita mengenai sistem transmisi. Untuk sekarang transmisi otomatis lebih banyak di produksi, selain untuk memenuhi kenyamanan pengemudi namun juga karena teknologinya yang sudah lebih maju sehingga transmisi otomatis lebih banyak peminatnya, walaupun tidak sedikit juga peminat transmisi manual.

Lalu apa saja Komponen dari sistem transmisi ini, berikut ini akan kami ulas apa saja komponen dari sistem transmisi pada mobil. Berikut ini komponen dari sistem transmisi manual


Baca Juga : 

Mekanisme Kerja Syncromesh

Cara Kerja Transmisi Manual

Universal Joint Pada Propeler Shaft

Komponen transmisi manual

1. Dog gear

Komponen transmisi manual pertama yakni Dog gear. Biasanya terletak pada belakan setiap gigi percepattan, berfungsi untuk mengurangi noise saat transmisi posisi netral karena backlesh berkurang.

3. Input Shaft


Inpu shaft merupakan bagian dari Komponen Transmisi Manual  untuk transmisi manual. Input shaft ini terpisah dari output shaft dalam arti putaran dari fly wheel tidak bisa dilanjutkan dari input shaft ke output shaft karena buka satu kesatuan. Untuk putaran dari fly whell akan diteruskan ke input shaft dan counter gear, setelah melewati gigi percepatan baru putaran dari input bisa di teruskan menuju output shaft

4. Output Shaft


Output shaft terletak pada bagian belakang transmisi, Komponen Transmisi Manual  inilah yang meneruskan putaran ke poros propeler yang kemudian dilanjutkan ke roda melalui final gear. Poros output tidak menjadi satu dengan poros input, sehingga memungkinkan kendaraan bisa dalam posisi netral. Pada output shaft juga terpasang sensor kecepatan kendaraan untuk menghitung seberapa cepat kendaran melaju yang di tampilkan pada speddo metter.

5. Syncronizer ring


Komponen transmisi manual selanjutnya adalah gigi sycromesh. Gigi sycromesh terletak di setiap perhubungan antara hub slive assy dengan gigi percepatan. Fungsinya yaitu untuk menyamakan putaran antara input shaft dan output shaft agar proses masuknya gigi lebih lembut serta berakibat ke komponen transmisi yang lebih awet. Gigi sycromesh terbuat dari bahan kuningan hal ini bertujuan agar jika part transmisi mengalami keausan, maka kita hanya cukup mengganti gigi sycromesh saja hal ini di karenakan gigi sycromesh memeiliki bahan yang lebih lunak dibandingkan dengan gigi percepatan yang terbuat dari baja. 

Cara kerja gigi syncromesh yaitu saat tuas transmisi di dorong menyebabkan hub slive juga terdorong ke arah gigi percepatan yang diinginkan, secara bersamaan gigi syncromesh juga terdorong ke arah gigi percepatan. Kemudian ketika tuas didorong lebih lanjut lagi maka gigi syncromesh juga semakin mendekati gigi percepattan yang mengakibatkan penyamaan putaran terjadi. pada tahap akhir ketika putran gigi percepattan dan syncromesh sama maka gigi percepattan akan terhubung dengan putaran dari input shaft dengan perantara hub slive.


6. Set gigi percepatan


Pada komponen transmisi manual agar bisa terjadinya rasio gigi maka dibutuhkan ukuran gigi percepatan yang berbeda-beda. Hal ini agar bisa tercapainya kecepatan dan torsi yang di butuhkan, sesuai dengan keinginan pengemudi. Gigi percepatan biasanya ditandai dengan bentuk gigi yang miring, hal ini di buat agar proses transfer putaran terjadi dengan lembut dan menghindari noise bengung.

7. Hub slive assy


Hub slive assy terdiri dari beberapa komponen yang menyatu namun bisa dilepas dan di gerakan. Fungsinya yaitu menghubungkan putaran dari input menuju gigi percepatan melali clutch hub serta syncronizer ring. Jika diuraikan lagi hub slive assy terdiri dari :

  • Sifting key spring, berfungsi unuk menjaga sifting key pada tempatnya saat proses hub slive terdorong.
  • Shifting key, menjaga posisi hub slive tetap bertautan atau pun netral .
  • Clutch hub, meneruskan putaran dari input saft melalui hub slive menuju gigi percepatan.\

8. Garpu pemindah ( Shift Fork )


Berfungsi untung mendorong hub slive agar bisa didapatkan gigi percepattan yang diinginkan.

9. Tuas transmisi


Terletak disamping pengemudi yang berguna untuk mendorong mekanisme perpindahan gigi.

10. Rumah transmisi ( Transmsision case )


Berfungsi sebagai tempat untuk oli transmisi dan mekanisme gir serta bearing agar transmisi bisa bekerja dengan tepat dan lembut

11.  Tuas penghubung transmisi ( Transmisi linkage )


Untuk menghubungkan pergerakan dari tuas transmisi menuju shift fork

12. Gigi mundur


Berfungsi agar kendaraan bisa berjalan mundur, biasanya gigi mundur menggunakan mekanisme sliding mesh

13. Gigi speedo meter


Pada komponen transmisi manual selanjutnya, gigi spedo meter berfungsi untuk menunjukan kecepatan kendaraan.


14. Switch mundur


Berfungsi sebagai switch untuk lampu mundur beserta komponen lainnya seperti sensor mundur dan kamera mundur.

15. Detent ball


Terletak pada bagian dalam transmisi. Detent ball terpasang bersama pegas dan mendorong shift fork shaft. Berfungsi untuk menahan agar shift fork tidak kembali ke netral saat sudah masuk gigi serta memberikan filing saat pengemudi memindahkan gigi.


16. Detent plate


terletak diantara shift fork shaft dan menghimpitnya. Berfungsi agar memungkinkan gigi percepattan hanya bisa masuk ke satu gigi percepattan saja. Meknisme ini juga disebut sebagai interlock mecanishm

17. Kopling


Salah satu Komponen Transmisi Manual  adalah kopling. Kopling merupakan salah satu komponen dari sistem transmisi yang sangat penting bagi kendaraan. Kopling berfungsi untung menyambungkan dan meneruskan putaran dari crankshaft menuju input transmisi. Namun kopling dari transmisi manual juga terdiri dari beberapa komponen yang saling berkesinambungan dan tidak boleh terpisahkan, harus memiliki ukuran yang akurat, bahan yang berkualitas yang tahan panas dan puntiran. Berikut ini komponen dari kopling :

  • Kampas kopling
  • Torsion Damper
  • Cover Clutch
  • Diafragma spring
  • Realease fork
  • Realease bearing
  • Kabel kopling / cylinder kopling
Itulah komponen kopling pada sistem transmisi, setelah kopling ada lagi komponen dari sistem transmisi.

Pelumasan


Untuk penggunakan oli transmisi pada mobil mini bus di indonesia khusunya bensin seperti xenia, avanza dan sejenisnya menggunakan oli dengan kekentalan oli 75W-GL 4 hingga 80W-90W GL5. Namun tentunya tetap disarankan menggunakan oli transmisi dengan kekentalan 75W-GL4 agar putaran transmisi lebih enteng.

Itulah mengenai komponen pada sistem transmisi manual yang wajib kamu ketahui jika ingin belajar mengenai Komponen transmisi manual.

Sabtu, 18 Juni 2022

Cara Mengendarai Mobil Metik Untuk Pemula, Agar Lebih Aman

Cara Mengendarai Mobil Metik Untuk Pemula, Agar Lebih Aman

 Cara Mengendarai Mobil Metik Untuk Pemula, Agar Lebih Aman


mobil-matic


Mobil matic sekarang menjadi primadona banyak orang. Selain cara menggunakannya yang mudah dan simpel, juga sangat nyaman digunkan karena sudah disematkan dengan teknologi-teknologi yang lebih modern. Tapi jangan salah ya, kamu yang baru belajar Cara Mengendarai Mobil Metik tetap harus mempelajari karakteristik nya dan pedoman dalam penggunaan mobil matic.

Tapi jangan takut karena kami akan memberitahukan Cara Mengendarai Mobil Metik agar lebih aman dan pastinya sesuai dengan karakteristik transmisi matic. Berikut ini adalah cara menggunakan mobil matic untuk pemula daintaranya :

1. Saat Start Mobil Pastikan Tuas Di Posisi P atau N


Tips Cara Mengendarai Mobil Metik pertama cara mengendarai mobil matic adalah dimulai ketika kamu akan menyalakan kendaran. Jika kamu menggunakan mobil matic keluaran tahun 2010 ke atas kamu tidak usah terlalu hawatir karena mobil matic keluaran tahun itu sudah menerakpak key interlock system. Yang dimana mobil tidak bisa di stater jika tuas transmisi tidak dalam posisi N atau P.

Namun tentunya jangan mengandalkan teknologi itu, kita juga sebagai manusia harus tetap berhati-hati dengan tetap memperhatikan tuas transmisi berada diposisi N atau P saat mobil akan distater.

2. Selalu Injak Pedal Rem Saat Akan Menyalakan Mobil


Kenapa kita harus menginjak pedal rem saat menyalakan mobil, hal ini karena mobil matic akan langsung maju jika kamu stater pada posisi P dan N. Karena hal inilah agar mengendarai mobil matic lebih aman, pastikan injak pedal rem sebelum menyetater mobil matic.

Namun untuk mobil modern keluaran diatas tahun 2015 sudah banyak mobil matic yang mengharuskan pengendara menginjak pedal rem sebelum mnyetater mobil, karena jika tidak di injak stater akan los atau lebih tepatnya mobil tidak bisa di stater.

3. Selalu Injak Pedal Rem Saat Memindah Tuas Transmisi.


Hal ini dilkukan khusu jika kamu akanCara Mengendarai Mobil Metik memindahkan tuas transmisi dari posisi P ke R atau Sebaliknya dan Posisi N ke R atau sebaliknya. Hal ini untuk terhindak dari transmisi yang rusak karena bedanya output putaran pada transmisi. 

Dan juga pastinya kamu harus melakukan perpindahan gigi tadi pada posisi saat diam. pastikan kendaraan diam baru injak rem dan posisikan gigi ke yang diinginkan. Hal ini khusus untuk memindahkan gigi dari N ke R, R ke P atau sebaliknya.

4. Gunakan Engine Brake Saat Dibutuhkan.


Rata-rata orang yang menggunakan mobil matic tidak menggunakan engine brake saat melakukan pengereman. Mungkin karena kebanyakan tidak tahu bahwa mobil matic juga bisa melakukan engine brake seperti mobil manual. Padalh engine brake pada mobil matic lebih halus dan nyaman dibanding transmisi manual.

Kenapa harus melakukan Engine Brake. hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi beban kerja dari kampas rem. Kenapa demikian, contohnya saja saat kendaraan berada di turunan, jika posisi tuas transmisi berada di posisi D maka ECU akan membaca bahwa beban mesin ringan dan bisa saja memasukkan gigi transmisi di gigi 3 yang artinya tidak ada engine barak. Hal ini sangat berbahaya apalagi jika berada di turunan panjang, bisa menyebabkan rem panas dan kehilangan cengkramannya yang berakibat minyak rem mendidih dan rem blong

Untuk Mengatasi hal ini pastikan tuas transmisi berada di posisi L untuk mobil besar dan posisi 2 utnuk mobil kecil. Hal ini akan membantu rem untuk menahan kendaraan dengan engine brake.

5. Pastikan Di Posisi N Saat Berhenti Agak Lama


Banyak kontroversi mengenai cara mengendarai mobil matic untuk pemula agar lebih aman tentang posisi tuas transmisi saat sedang berhenti agak lama contohnya di lampu merah. Banyak Youtuber yang mengatakan bahwa harus menahan transmis pada posisi D saat berada di lampu merah, apakah ini tepat. Tentu saja TIDAK. Kamu harus tetap memindahkan tuas transmisi pada posisi N saat berhenti agak lama, karena hal ini lebih aman dibandingkan dengan menahan pada posisi D. tentunya pertimbangannya nyawamu lebih mahal daripada kampas, plate, dan flange kopling transmisi.

6. Jangan Takut Memindahkan Tuas Transmisi


Banyak pengguna mobil metik bingung cara mengendarai mobil matic untuk pemula dengan aman. Kebanyakan jika menggunakan mobil matic tetap mengendarai mobil hanya di satu posisi tuas transmisi yakni di posisi D4. Mungkin karena mereka belum mendapat edukasi dan belum tahu tehniknya.

Jika kamu menggunakn mobil matic yang sudah di kontrol secara komputerisasi maka jangan ragu untuk memindahkan tuas transmisi, contohnya saja saat digunakan untuk engine brake dalam membantu untuk pengereman mendadak. 

Program dalam komputer transmisi matic sudah di atur bahwa setiap posisi gigi akan berpindah pada kecepatan tertentu, yang artinya jika kamu melaku di kecepatan misalnya 160 KM/Jam kemudian memindahkan tuas transmisi matic keposisi gigi 1L atau 2 jangan hawatir transmisi akan rusak. Transmis matic tidak seperti transmisi manual. Transmisi matic tidak akan menurunkan posisi giginya sebelum kecepatan minimum setiap posisi gigi terpenuhi.

7. Pastikan Berhentikan Mobil Dan Transmisi di Posisi P


Jika kamu sudah mengendarai mobil mu dan berhenti. Pastikan tuas transmisi pada posisi P. Hal ini untuk menjaga agar mobil kamu tidak mengelindig. dan juga membantu kerja dari rem parkir. Untuk mobil matic modern tentunya sudah ada safety untuk hal ini yang bernama key interlock system. Hal ini hanya memungkinkan pengendara mencabut kunci hanya saat tuas transmisi di posisi P. Jika tuas transmisi belum di posisi  P maka kunci kontak tidak bisa di cabut.

Namun untuk mobil yang keluaran dibawah tahun 2010 pastikan tuas transmisi di posisi p, karena safety tadi tidak dipasangkan pada mobil keluaran tahun 2010 kebawah.

Nah itulah cara mengendarai mobil matic untuk pemula agar lebih aman dan pastinya tips ini disampaikan oleh ahlinya  jadi jangan ragu untuk percarya tips di atas.

Minggu, 05 Juni 2022

Sistem Transmis Manual dan Komponen Transmisi Manual

Sistem Transmis Manual dan Komponen Transmisi Manual

Cara kerja transmisi manual lengkap dengan gambar


Sistem Transmisi manual merupakan gabungan roda-roda gigi yang memindahkan putaran dan momen crankshaft ke roda-roda penggerak. Sedangkan tujuan utama transmisi adalah untuk memindahkan tenaga mesin sesuai dengan kondisi  pengendaraan. 

Syarat penting transmisi


Transmisi mobil yang berganti-ganti dalam desain tergantung pada type, harus melihat kebutuhan-kebutuhan berikut : 

    1. Mudah untuk mengontrol dan memilih 
perbandingan gigi yang diinginkan secara 
cepat. 
    2. Dapat bekerja dengan cepat dan 
memindahkan output mesin dengan lembut 
    3. Efisiensi mekanis yang tinggi dan ekonomi 
    4. Mempunyai kemampuan yang tinggi, bebas 
masalah dan mudah dioperasikan. 
    5. Mudah untuk perawatan 
    6. Kompak dan beratnya sedang. 

Transmsisi mobil tidak hanya berfungsi untuk merubah perbandingan gigi dalam beberapa tahap tetapi perbandingan gigi bisa berubah secara kontinyu dan secara otomatis. Kebutuhan ini dipenuhi oleh sebuah transmisi otomatis yang memanfaatkan planetary gear dan torque converter. Dalam suatu kasus mobil 
dengan menggunakan transmisi otomatis, hubungan antara kecepatan dan tenaga 
penggerak dapat diwakili oleh kurva "A" seperti pada gambar, adanya output mesin yang konstan. 

Dalam kasus di dalam kasus transmsisi manual konvensional kurva berbentuk parabola seperti "B" yang ditunjukkan pada gambar. Biasanya pada sistem transmisi manual tidak mempunyai banyak reduksi gigi kecepatan, sehingga tidak praktis karena area yang diarsir yang ditunjukkan pada gambar (dimana momen mesin tidak efektif digunakan) diperluas menjadi lebih besar. Sebaliknya, bila sebuah sistem transmisi manual dengan banyak reduksi gigi kecepatan, kurva akan menunjukkan hubungan antara kecepatan dan momen tenaga penggerak hampir 
mendekati kurva dengan symbol "A", tetapi pembuatan transmisi akan lebih sulit dan cara pengoperasiannya lebih sulit. 

Oleh karena itu, jumlah reduksi gigi percepatan yang digunakan dalam sistem transmisi manual harus dipertimbangkan dengan hati-hati, sehingga pencapaian jalan yang sempurna dapat dipelihara dengan tidak mengurangi nilai efesiensi mekanis. Semakin besar output mesin yang digunakan untuk menggerakkan mobil dengan beratnya, semakin kecil jumlah reduksi gigi yang diperlukan. Transmisi untuk mobil penumpang biasanya mempunyai 3 sampai 4 gigi, sedangkan untuk truck menggunakan transmisi dengan 4 sampai 5 gigi. 

Sebagian transmisi dengan 5-speed mempunyai over-drive gear dengan gear ratio kurang dari 1 terhadap 1 sehingga perpindahan pada gigi ini dimana mesin tidak diberikan beban berat, akan membuat propeller shaft berputar lebih cepat dari mesin.

2. KONSTRUKSI Komponen Transmisi Manual


1. PEMINDAH DAYA 


Berikut adalah pemindahan daya mesin pada sistem transmisi manual MSG5K yang digunakan pada kendaraan Isuzu Panther. 

Posisi Netral 


cara-kerja-transmisi-manual-netral

Putaran dari Input shaft hanya di teruskan ke 4th gear kemudian ke counter gear dan tidak diteruskan ke output shaft sehingga tenaga dari mesin tidak diteruskan ke roda-roda.

Perpindahan Roda Gigi ke 1 


cara-kerja-transmisi-manual-gigi-1

Pada gigi satu perbandingan rasio giginya besar sehingga torsi di hasilkan juga besar namun kecepatannya lamban. Cara kerja sistem transmisi manual gigi pertama yaitu putarn dari Input shaft  diteruskan menuju 4th gear yang selanjutnya putaran di trasnfer menuju counter gear  selanjutnya menuju 1st gear dan dilanjutkan ke hub sleeve diteruskan ke clutch hub dan pada akhirnya ke output shaft sehingga roda bisa berputar dengan torsi yang besar.

Perpindahan Roda Gigi ke 2 


cara-kerja-transmisi-manual

Pada gigi dua putaran dari Input shaft diteruskan menuju 4th gear  kemudian menuju counter gear dan selanjutnya putaran di transfer ke 2nd gear diteruskan ke hub sleeve ke clutch hub dan pada akhirnya menuju ke output shaft.
 

Perpindahan Roda Gigi ke 3


cara-kerja-transmisi-manual-gigi-tiga

Cara kerja transmisi manual pada gigi tiga putaran dari Input shaft diteruskan menuju 4th gear yang selanjutnya di teruskan ke counter gear kemudian menuju 3rd gear dan ke hub sleeve kemudian clutch hub dan akhirnya  output shaft berputar. 

Perpindahan Roda Gigi ke 4


cara-kerja-transmisi-manual-gigi-4

Untuk cara kerja transmisi manual berikutnya pada gigi 4 putaran Input shaft diteruskan langsung menuju output shaft namun lebih detailnya putaran dari input shaft diteruskan menuju 4th gear kemudian hub sleeve selanjutnya ke clutch hub 
dan akhirnya output shaft berputar.

Perpindahan Roda Gigi ke 5



transmisi-manual




Pada gigi lima kecepatan yang dihasilkan jadi lebih besar karena perbandingan rasio giginya sangat kecil. Untuk cara kerja transmisi manual pada gigi 5 putaran dari Input shaft menuju 4th gear diteruskan ke counter gear selanjutnya ke 5th gear kemudian ke hub sleeve ke clutch hub dan akhirnya output shaft berputar. 

Baca Artikel Selanjutnya 
 

 

Perpindahan Roda mundur 


cara-kerja-transmisi-manual-mundur


Untuk gigi mundur terdapat mekanisme yang membalikkan putaran sehingga kendaraan bisa berjalan mundur yakni idle gear, sedangkan cara kerjanya putaran dari Input shaft menuju 4th gear kemudian putaran dilanjutkan counter gear kemudian ke idle gear selanjutny ke reverse gear dan dihubungkan ke hub sleeve kemudian ke clutch hub dan pada akhirnya output shaft berputar berlawanan arah jarum jam sehingga kendaraan bisa berjalan mundur. 

Nah begitu lah cara kerja transmisi manual lengkap dengan gambar. Agar pemahaman kamu bisa lebih maka kamu juga harus memahami tentang sycromes dan cara kerca hubslive dan clutch hub.