Sabtu, 23 Juli 2022

Cara Membaca Jangka Sorong Dengan Mudah

Cara Membaca Jangka Sorong Dengan Mudah

Cara membaca jangka sorong


Cara membaca jangka sorong atau vernier caliper jika bahasa umumnya itu namanya sigmat merupakan alat ukur serbaguna. Jangka sorong adalah biasanya di gunakan untung mengukur benda benda dengan ketelitian pembacaan yaitu 0.01 mm, 0.02 mm, 0.05 mm . Untuk para pelajar bisanya dalam pelajaran otomotif, kimia, atau fisika di wajibkan untuk bisa menggunakan jangka sorog atau vernier caliper. 

Diartikel ini saya akan memberikan tutorial yang kemungkinan besar tidak di ajarkan di sekolah, dan juga artikel  lainnya. Sebelum kita melangkah lebih jauh lagi mengenai Cara Membaca Jangka Sorong atau vernier caliper , sebaiknya kalian harus mengetahui setiap bagian-bagiannya, Agar kalian tahu jangka sorong digunakan untuk mengukur apa saja.

Baca juga :


cara-membaca-jangka-sorong

Jangka sorong ketelitian 0.05 mm

Bagian-bagian dan komponen jangka sorong atau vernier caliper

    1. Rahang atas ( yang lancip posisi di atas kiri foto )


        Jika kalian bingung jangka sorong digunakan untuk mengukur apa, salah satu fungsi jangka sorong yaitu mengukur diameter dalam suatu benda, dengan ketelitian yang sangat kecil. Untuk cara menggunakan jangka sorong dalam mengukur diameter dalam suatu benda kalian cukup memasukkan rahang atas jangka sorong ke dalam bagian benda yang di ukur kemudian perhatikan hasilnya.

    2. Rahang bawah ( yang tumpul bawah kiri foto )


Seperti namanya rahang bawah terletak di bagian bawah jangka sorong. Jika rahang atas digunakan untuk mengukur diameter dalam sebuah benda maka rahang bawah sebaliknya. Rahang bawah berfungi untuk mengukur diameter luar sebuah benda dengan ketelitian yang sama juga hingga 0.01mm. Cara Membaca Jangka Sorong mudah kamu cukup menjepit benda yang akan diukur di rahang bawah, kemudian baca hasil pengukurannya.

    3. Pengukur kedalaman ( batang kecil paling kanan foto )


Seperti namanya pada bagian ini berfungsi untuk mengukur kedalaman sebuah benda. Pada Cara Membaca Jangka Sorong pada bagian ini terdapat sebilah besi yang bisa digunakan untuk mengukur kedalaman sebuah benda. Cara mengukurnya juga mudah sekali kamu hanya cuku memasukkan sebilah besi tadi hingga ke dasar benda yang akan diukur, kemudian hitung hasil pengukuran.

    4. Sekala utama ( Sekala yang ada didalam batang jangka sorong )


Sekala utama terletak di bagian batang dari jangka sorong, di dalam sekala utama terdapat dua satuan yang berbeda yakni CM dan INCI. Jadi ketika akan membaca nya kalian harus perhatikan satuan pada sekala utama. Jika kamu mau pakai CM maka harus menggunakan satuan cm begitu pula sebaliknya. Dalam pembacaanya pun kalian harus teliti memperhatikan sekala utama ini.

    5. Sekala nonius ( sekala kecil di samping kanan rahang bawah )


 Cara Membaca Jangka Sorong selanjutnya Pada bagian ini terdapat sekala yang sangat kecil satuannya micrometer . biasanya di bagian ini searah dengan sekala utama, jika pada sekala utama cm maka pada sekala nonius itu mm. Untuk di sekala nonius selalu sejajar dengan bagian rang yang di geser. Cara membacanya pun sangat mudah, kamu cukup perhatikan angka 0 pada sekala nonius dan baca hasilnya.

      6. Pengunci ( bagian yang bulat di samping rahang atas )


Pada bagian ini berfungsi untuk mengunci sekala nonius agar tidak bergerak, sehingga pembacaan pun bisa akurat. Cara Membaca Jangka Sorong sangatlah mudah, kamu cukup mengencakan pengunci searah jarum jam ketika alat ukur sedang di gunakan. Agar tidak bergerak pastikan ketika alat ukur sedang mengukur kedalaman contohnya, pengunci harus di kunci dulu sebelum jangka sorong diangkat dari benda yang ci ukur.


Cara membaca jangka sorong dengan cepat dan tepat


Setelah kamu mengetahui bagian bagian jangka sorong dan fungsinya saatnya kamu mempelajariCara Membaca Jangka Sorong atau vernier caliper dengan cepat dan juga tepat. Berikut ini tahapnnya ya. Untuk contohnya di sini saya akan mengukur diameter luar suatu benda atau ketebalan suatu benda. Untuk pengukuran yang lain juga sama. 


    1. Perhatikan ketelitian jangka sorong


Sebelum Cara Membaca Jangka Sorong pastikan kamu mengetahui ketelitian jangka sorong. Ketelitian jangka sorong biasanya terletak pada sekala nonius biasnya tertulis 0,02 mm atau 0,05 mm. Pada dasarnya perhatikan saja garis pada sekala nonius, angka 0 sampai 10 pada sekala nonius itu mengartikan 1 MM jadi jika ada garis-garis lagi yang kecil sesuaikan. Contoh lebih lanjut nanti sambil mengerjakan soal nya.

    2. Pastikan jangka sorong sudah terpasang dengan benar


Saat kamu mengukur sebuah benda dan akan membaca jangka sorong pastikan posisi yang kamu ukur tepat berada di tengah agar hasil tepat, serta jangka sorong wajib lurus jangan sampai menceng, atau tidak tegak sehingga nanti pengukuran hasil pengukuran

    3. Perhatikan sekala nonius dan sekala utama

Saya akan memberikan contoh soal untuk cara membaca jangka sorong.


Perhatikan sekala nonius, menurutmu jangka sorong ini memiliki ketelitian berapa mm? Kalo di lihat dari garis pada sekala nonius menunjukkan bahwa jangka sorong memiliki ketelitian 0.05 mm, hal ini dikarenakan simpel nya diantara garis 0 dan 1 terdapat 1 garis berarti setengan atau 0.5 micrometer karena sekala nonius pakainya satuan micrometer 10 micrometer = 1 mm.

0.5 micro meter = 0.05 mm

Cara lainnya 10 : 20 jumlah garis sekal nonius = 0.5 micrometer atau 0.05 mm

Jika kamu sudah tahu ketelitian jangka sorong selanjutnya cara menghitung jangka sorong dan Cara Membaca Jangka Sorong dengan perhatikan 0 pada sekala nonius terletak di tengah tengah sedikit ke kanan di setrip ke 11 sekala utama. Cara cepatnya jika sekala 0 nonius berada di tengah sedikit ke kanan seperti gambar di atas berarti panjangnya titik titik koma lebih dari 0,5mm karena telaknya dit engah agak kekanan. Berarti kamu cukup perhatikan sekala noniusnya di antara angka 5 - 10 perhatikan garis yang lurus, ga perlu di liat urut satu persatu karena sudah jelas bahwa ukurannya lebih dari sekian 0,5 mm.

Pertama kamu masukan angka 11.00 mm Karena sekala nonius berada di setrip ke 11

kedua cara membaca jangka sorong seperti saya sebutkan tadi, kamu cukup perhatikan garis di angka 5-10 di sekala nonius, lihat garis yang sejajar antara garis sekala nonius dengan garis sekala utama. Pada gambar terlihat di setrip angka 6 lebih satu.
berarti 0.65 mm

Selanjutnya cara menghitung jangka sorong jumlahkan 11.00 mm + 0.65 mm = 11.65 mm


Begitulah cara membaca jangak sorong dan cara menghitung jangka sorong dengan cepat dan tepat, yang bisa saya bagikan. semoga bermanfaat.

Senin, 18 Juli 2022

Sistem Transmisi Otomatis, Fungsi, Komponen, Cara kerja

Sistem Transmisi Otomatis, Fungsi, Komponen, Cara kerja

Sistem Transmisi Otomatis


DESCRIPTION


transmisi otomatis



Transmisi Otomatis Saat pengemudi mengemudikan kendaraan yang menggunakan sistem transmisi manual, tuas persneling digunakan untuk memindahkan tingkat gigi transmisi ke tingkat yang lebih tinggi, untuk meningkatkan kecepatan kendaraan. Saat menuruni bukit atau saat kendaraan tidak memiliki tenaga yang cukup untuk mendaki bukit, transmisi perlu digeser ke tingkat yang rendah.


Untuk itu, pengemudi perlu selalu memahami beban mesin dan kecepatan kendaraan untuk dapat melakukan perpindahan gigi dengan baik. Dengan menggunakan sistem transmisi otomatis, perhatian pengemudi seperti di atas tidak diperlukan lagi, karena perpindahan gigi transmisi dilakukan secara otomatis pada waktu yang paling tepat sesuai dengan beban mesin dan kecepatan kendaraan.


Tambah wawasan kamu :

Cara kerja trnasmisi manual

Pegas diafragma pada kopling

Komponen utama sistem transmisi


KEUNGGULAN TRANSMISI OTOMATIS


Dibandingkan dengan sistem transmisi manual, sistem transmisi otomatis memiliki keunggulan sebagai berikut:


1. Mengurangi kelelahan pengemudi dengan menghilangkan pengoperasian dan pemindahan pedal kopling.


2. Pemindahan gigi terjadi secara otomatis dan mulus pada kecepatan yang sesuai untuk kondisi berkendara, sehingga membebaskan pengemudi dari teknik mengemudi yang sulit seperti pengoperasian kopling.


3. Mencegah mesin dan transfer tenaga dari kelebihan beban karena semuanya terhubung secara hidrolik (melalui torque converter) yang tidak mekanis.


BAGIAN UTAMA DAN FUNGSI


Basic


Transmisi otomatis terdiri dari beberapa jenis yang dibuat dengan cara yang berbeda, tetapi fungsi dasar dan prinsip kerjanya sama. Transmisi otomatis memiliki beberapa komponen utama. Agar transmisi otomatis dapat bekerja dengan baik, bagian-bagian tersebut harus dapat bekerja dengan baik dan dalam kondisi yang baik. Untuk mendapatkan pemahaman penuh tentang cara kerja transmisi otomatis, perlu dipahami peran dasar dari bagian-bagian utama.


Transmisi otomatis terdiri dari beberapa komponen utama sebagai berikut:


1. Konverter torsi

2. Unit roda gigi planet

3. Unit kontrol hidrolik

4. Tautan manual

5. Cairan transmisi otomatis


TORQUE CONVERTER


torque-converter

Konverter torsi dipasang di sisi input transmisi dan dibaut ke poros engkol roda gila. Konverter torsi diisi dengan oli transmisi otomatis (ATF) yang berfungsi untuk meningkatkan torsi mesin dan ditransmisikan ke transmisi.


Fungsi konverter torsi:


1. Memperbesar momen (torsi) yang dihasilkan oleh mesin.

2. Bekerja sebagai kopling otomatis yang mentransfer (atau memutuskan) torsi mesin ke transmisi.

3. Peredam getaran (getaran torsional) akibat momen mesin dan transfer tenaga (drive train).

4. Berfungsi sebagai flywheel untuk melunakkan putaran mesin.

5. Dorong pompa oli dari sistem kontrol hidraulik.


PLANETARY GEAR UNITS


planetary gear unit



Unit roda gigi planet ditempatkan dalam kotak transmisi, yang terbuat dari paduan aluminium. Unit planetary gear terdiri dari planetary gear yang mengubah jumlah putaran, kopling dan rem yang dioperasikan oleh tekanan hidrolik (cairan) untuk mengontrol operasi planetary gear; poros untuk mentransmisikan tenaga mesin dan bantalan untuk memperlancar putaran setiap poros.


Fungsi unit roda gigi planet:


1. Menghasilkan beberapa rasio gigi untuk mendapatkan torsi dan kecepatan putaran sesuai dengan kondisi berkendara dan keinginan pengemudi.

2. Sediakan gigi mundur untuk arah gerakan mundur

3. Memberikan posisi gigi netral yang memungkinkan kendaraan berbelok idling saat kendaraan berhenti


PLANETARY GEAR SET


Planetary gear set adalah roda gigi yang dihubungkan secara seri yang terdiri dari sun gear, beberapa pinion gear, carrier yang menghubungkan pinion gear dengan ring gear dan ring gear.


BRAKE


Rem menahan salah satu komponen planetary gear (sun gear, ring gear atau carrier) yang dapat bergerak untuk mendapatkan gear ratio yang dibutuhkan. Rem dioperasikan oleh tekanan hidrolik. Ada dua jenis rem, yaitu rem cakram ganda basah dan rem tipe pita.

Pada tipe rem cakram ganda, pelat yang dipasang pada rumah transmisi dan cakram berputar integral dengan setiap set roda gigi planet ditekan satu sama lain untuk menahan satu bagian dari roda gigi planet agar tidak bergerak.

Pada tipe rem band, brake band dililitkan pada tromol rem yang terpasang pada salah satu bagian dari planetary gear. Jika tekanan hidrolik bekerja pada piston yang bersentuhan dengan pita rem, pita rem akan mencengkeram tromol rem untuk menahan satu bagian dari roda gigi planet agar tidak bergerak.


CLUTCH AND ONE-WAY CLUTCH


one way clutch


Kopling menghubungkan konverter torsi untuk mentransfer torsi engine ke poros perantara dan memutuskan konverter torsi dari planetary gear untuk menghentikan transfer torsi. Kopling tipe cakram ganda terdiri dari beberapa cakram yang disusun maju mundur.


Kopling dihubungkan dan dilepaskan oleh tekanan hidrolik. Kopling satu arah terdiri dari inner race dan outer race dengan sprag atau roller yang ditempatkan di tengah. Kopling satu arah hanya dapat mentransmisikan momen puntir dalam satu arah.


HYDRAULIC CONTROL SYSTEM


cara kerja valve body



Sistem kontrol hidrolik terdiri dari oil pan yang berfungsi sebagai penampung cairan, pompa oli untuk menghasilkan tekanan hidrolik, valve yang memiliki berbagai fungsi dan saluran pipa cairan yang menyalurkan oli transmisi ke kopling, rem dan bagian lain dari sistem kontrol hidrolik. . Sebagian besar katup sistem kontrol hidraulik terletak di rakitan badan katup di bawah roda gigi planet.


Fungsi sistem kontrol hidrolik:


1. Alirkan oli transmisi ke konverter torsi.

2. Mengatur tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh pompa oli.

3. Ubah beban mesin dan kecepatan kendaraan menjadi "sinyal" hidrolik.

4. Terapkan tekanan hidrolik ke kopling dan rem untuk mengatur operasi roda gigi planetary.

5. Lumasi bagian transmisi dengan oli.

6. Dinginkan konverter torsi dan transmisi dengan oli.


KONTROL PERGESERAN


Sistem kontrol hidraulik mengubah beban engine dan kecepatan kendaraan menjadi "sinyal" hidraulik. Berdasarkan sinyal ini, tekanan hidrolik diterapkan pada kopling, rem, dan roda gigi planetary untuk mengubah rasio roda gigi secara otomatis sesuai dengan kondisi mengemudi. Pemindahan gigi dilakukan oleh unit kontrol hidrolik dengan cara berikut.


MANUAL LINKAGE




Transmisi otomatis melakukan up-shift dan downshift secara otomatis. Namun ada dua keterkaitan yang memungkinkan pengemudi beroperasi secara manual dengan menyambungkan ke transmisi otomatis. Linkage ini adalah tuas pemilih dengan kabel dan pedal akselerator dan kabel throttle.


SHIFT PEMILIH KABEL


Tuas pemilih perpindahan memiliki tuas perpindahan transmisi manual. Hal ini terhubung dengan transmisi melalui kabel. Pengemudi dapat memilih mode maju atau mundur, netral dan parkir dengan mengoperasikan tuas ini.


 Pada sebagian besar transmisi otomatis, mode maju terdiri dari tiga level "D" (Berkendara),",2" (Kedua) dan "L" (Rendah). Untuk alasan keamanan, mesin hanya dapat dihidupkan pada posisi "N" (Netral) atau "P" (Parkir); karena pada posisi tersebut transmisi tidak dapat menyalurkan tenaga dari mesin ke drive train.


ACCELERATION PEDAL


Pedal akselerasi dihubungkan melalui kabel ke katup throttle (sensor posisi throttle). Derajat menekan pedal akselerasi, juga membuka katup throttle ditransmisikan ke transmisi melalui kabel ini.


Transmisi otomatis melakukan up-shift dan downshift tergantung pada beban mesin (pembukaan katup throttle) dan pengemudi dapat mengubahnya dengan mengatur pedal akselerasi


AUTOMATIC TRANSMISSION FLUID (ATF)


Minyak mineral berbasis minyak bumi bermutu tinggi khusus yang dicampur dengan beberapa aditif digunakan untuk melumasi transmisi otomatis. Oli ini dikenal dengan nama Automatic Transmission Fluid (ATF) untuk membedakannya dengan oli jenis lain.


Transmisi otomatis harus selalu menggunakan tipe ATF yang ditentukan. Penggunaan ATF selain yang ditentukan atau penggunaan ATF campuran akan mengurangi kemampuan transmisi otomatis. Untuk memastikan transmisi otomatis bekerja dengan baik, level oli juga penting.


Gunakan dipstick untuk memeriksa level oli, hal ini dilakukan saat mesin dalam keadaan idling dan transmisi pada temperatur operasi normal serta tuas transmisi pada posisi P. fungsi ATF


1. Mentransfer momen puntir dalam konverter torsi

2. Mengontrol sistem kontrol hidrolik, serta kerja kopling dan rem pada transmisi otomatis.

3. Lumasi roda gigi planet dan bagian bergerak lainnya

4. Mendinginkan bagian yang bergerak


Penaganan Pada Trnasmisi Otomatis


Banyak sekali orang yang memiliki mobil matic tidak tahu cara melakukan perawatan ataupun menangani mobil saat kendaraan sedang mogok. Jadi akan saya sampaikan beberapa hal baru yang mungkin kamu belum tahu. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat menangani kendaraan yang memiliki transmisi otomatis.

1.  Saat kendaraan mogok.


Hal yang sering banyak dilupakan saat menangani mobil matic yang mogok adalah dengan menderek mobil dengan cara di tarik. Hal ini sangat berbahaya dan merusak untuk transmisi matic. Kenapa demikian, karena pada dasarnya di dalam transmisi otomatis terdapat komponen yang selalu bergesekkan, dan komponen ini membutuhkan pelumasan agar part-part tidak mengalami keausan parah. 

Karena fluida atau bahasa umumnya oli matic hanya bersirkulasi saat mesin sedang runing. Jadi jika mesin dalam kondisi mati dan kemudian mobil di tarik maka part yang bergesekkan didalam transmisi otomatis akan aus dan rusak.

2. Jangan tarik mobil matic yang mogok


Seperti dijelaskan pada poin satu tadi, maka mobil matic yang mogok wajib di gendong untuk memindahkannya dari satu tempat ketempat lain yang jauh. Jika memang tidak ada akses untuk truk towing masuk maka pada intinya jangan sampai komponen pada transmisi matic berputar hal ini bisa dilakukan dengan cara melepas bagian propeler shaft pada mobil kamu. Hal ini akan mencegah putaran dari roda menuju transmisi.

3. Pastikan pergi kebengkel yang handal


Banyak terjadi mobil matic khususnya penggerak depan mengalami oli matic habis, hal ini dikarenakan hanya hal sepele yakni pemilik mobil mengganti oli mesin ke bengkel biasa yang mungkin mekaniknya masih belajar. Hal ini berakibat pada saat menguras oli mesin yang dikuras adalah oli transmisi. Kenapa bisa demikian, pada kebanyakan mobil bentuk carter dari transmisi otomatis hampirt menyerupai carter oli mesin bahkan menurut yang awam tidak bisa membedakannya.

Pastikan pergi kebengkel kepercayaan anda atau pergi ke bengkel resmi agar tidak terjadi salah kuras oli yang berdampak pada rusaknya transmisi matic.

Kamis, 07 Juli 2022

Cara Menghemat Bensin Pada Mobil

Cara Menghemat Bensin Pada Mobil

 Cara Menghemat Bensin Pada Mobil


cara-mengehmat-bensin


Sekarang ini semua mobil modrn sudah menggunakan bensin yang memiliki nilai oktan 92. Namun bensin yang memiliki nilai oktan 92 yang biasa kita beli yaitu pertamax memiliki harga yang cukup mahal. Pada sebagian orang malah beralih ke bensin pertalaite, padahal sudah jelas bahwa mobil harus menggunakan bensin dengan oktane 92 keatas. Sedangkan faktor utama penyebab bahan bakar boros terjadi 70-80% disebabkan oleh pengemudi sedangkan sisanya disebabkan oleh fator lainnya, seperti kondisi ban, mesin, dll.


Baca Juga :

Cara Servis Mobil DIrumah

Tune Up Mobil Sendiri

Penyebab Oli Mesin Harus Diganti

Penyebab Oli Mesin Jadi Lumpur

Mengatasi Kaca Pintu Mobil Seret


Kenapa demikian, karena untuk mobil modern sejarang kompresi pada ruang bakar lebih besar dibanding mobil jaman dulu yang kebanyakan kompresinya itu kecil. Jika mobil modern dengan kompresi besar diisikan bensin pertalite justru akan menyebabkan bensin terbakar sebelum waktunya, yang biasa kita sebut knocking atau ngelitik. Hal ini dapat mengurangi tenaga mesin sehingga otomatis kita kan mnginnjak gas lebih dalam lagi. 


Dalam perhitungan sekala bensin tentunya akan lebih boros menggunakan pertalite namun dalam sekala harga tetap masih lebih murah menggunakan pertalite. Sebenarnya jika mobil sering mengalami knocing hal itu akan membuat piston dan dinding silinder lebih lekas aus dibanding dengan yang tidak mengalami knocing. Hal ini terjadi karena ketika knocing piston akan berbenturan dengan bore block cylinder.


Jadi bagaiman cara menghemat bahan bakar bensin saat kita mengemudikan mobil, berikut ini beberapa tips dari saya.


1. Jangan Selalu Berakselerasi


Ketika kita mengendarai mobil apalagi jiwa kita adalah seseorang yang suka ngebut, maka bagi kamu yang sering injak pedal gas secara mendadak hal ini akan menyebabkan konsumsi bahan bakar lebih banyak. Apalagi jika kamu terus menerus berakselerasi berulang-ulang. Hal itu kamu lakukan tentunya agar kamu bisa sampai lebih cepat. 

Yang kamu lakukan sebenarnya bisa di toleransi jika kamu berakselerasi tidak dilakukan secara berulang kali. Contohnya di jalan kota saat lampu hijau kamu langsung akselerasi tapi tidak lama ada lampu merah lagi nah itulah yang tidak boleh. 

Tapi jika kamu ingin mendapatkan kecepatan tinggi dengan cepat seperti dijaln tol tidak masalah jika kamu akan berakselerasi namun kemudian lepas gas dan injak gas secara perlahan atau konstan untuk memperbaiki konsumsi bahan bakar. Ya walaupun yang terbaik adalah tetap menjaga cara menginjak pedal gas dengan perlahan.

2. Pengaturan Posisi Gigi Persneleng


Jika kamu menggunakan mobil manual maka atur posisi gigi sesuai dengan kebutuhan, apakah kamu membutuhkan torsi besar atau kecepatan tinggi. Jika kamu akan menanjak kemudian masuk gigi 2 sedangkan pada saat itu kendaraan kamu membutuhkan torsi besar, maka kamu otomatis akan menginjak pedal lebih dalam lagi agrt kendaraan bisa menaiki tanjakan. 

Apa yang kamu lakukan tadi akan membuat penyemprotan bahan bakar akan menjadi lebih banyak dibanding jika kamu memindahkan gigi satu yang memiliki torsi besar walaupun dengan RPM yang rendah. Jadi pastikan pacu kendaraan sesuai kebutuhan.

4. Manfaatkan Lampu Indikator ECO


Eco dalam mobil sebenarnya hanya sebuah pembantu atau indikator saja bahwa kendaraan kamu sedang dalam posisi yang paling optimal namun tetap irit bahan bakar. Pastikan selalu memacu kendaraan dengan indikator eco tetap menyala yang artinya konsumsi bahan bakar irit dan optimal. Biasanya jika RPM mobil melebihi 3000 maka indikator ECO akan mati ini artinya kendaraan kamu mengkonsumsi bahan bakar dengan lebih boros.

Jika kamu punya tips lain silahkan tambahkan dikolom komentar ya.

Rabu, 06 Juli 2022

Torque Converter : Komponen Dan Cara Kerja Lengkap Gambar

Torque Converter : Komponen Dan Cara Kerja Lengkap Gambar

 TORQUE CONVERTER


Torque converter merupakan kopling yang terdapat pada transmisi otomatis yang bekerja berdasarkan gaya centrifugal. Torque conveter terpasang pada flay whell berputar dan membuat fluida didalam torque converter berputar dan menabrak turbin runer sehingga tenaga dari mesin bisa dilanjutkan menuju inputransmisi. 


Fungsi torque converter adalah:

1. Sebagai kopling fluida antara mesin dan transmisi untuk perpindahan torsi yang lembut.

2. Secara otomatis memperbesar input torsi mesin ke transmisi tergantung dari beban.

3. Converter outer housing menggerakkan tansmission internal pump sesuai dengan putaran mesin.

4. Menghubungkan langsung putaran mesin ke transmisi melalui lock up clutch jika dibutuhkan.


KONSTRUKSI


torque-converter

Torque converter assembly terdiri dari:

• Converter housing cover assembly (A) yang dibaut ke flywheel dan dan dilas dengan converter pump assembly (I).

• Converter pump assembly (I) sebagai komponen penggerak.

• Turbine assembly (F) sebagai komponen output atau yang digerakkan.

• Stator assembly (H) sebagai komponen reaksi yang terletak antara converter pump dan turbine assembly.

• Pressure plate assembly (C) di-spline ke turbine assembly untuk menghasilkan

hubungan langsung mekanis jika diperlukan.


Baca juga :

Sistem Transmisi Manual

Sistem Transmisi Otomatis

Cara Kerja Dan Konstruksi Syncromesh

Cara Tune Up Efi

CONVERTER PUMP ASSEMBLY DAN TURBINE ASSEMBLY


Saat mesin berputar, converter pump assembly befungsi sebagai pompa sentrifugal dengan memasuk-kan fluida pada bagian tengahnya dan melemparnya pada rim antara blade (lihat gambar). Tenaga dari fluida ini kemudian menabrak turbine blade dan menyebabkan turbine untuk berputar. Turbine shaft di- spline ke converter turbine untuk menghasilkan input ke transmisi. 


komponen-torque-converter

Saat RPM mesin dan converter pump bertambah, demikian juga turbine assembly dan turbine shaft. Akan tetapi, dengan terlepasnya pressure plate, kecepatan turbine tidak sama dengan kecepatan mesin karena terjadi sedikit slip yang disebabkan oleh kopling fluida. Converter dibuat sebagai kesatuan unit yang dilas dan disuplai fluida oleh internal pump dalam transmisi


PRESSURE PLATE, DAMPER AND CONVERTER HOUSING ASSEMBLIES


cara-kerja-torque-converter


Pressure plate di-spline ke turbine hub dan bekerja dengan converter cover untuk menghasilkan kopling mekanis dari mesin ke transmisi. Saat pressure plate assembly bekerja, sedikit slip yang terjadi saat melalui kopling fluida dihilangkan, sehingga menghasilkan perpindahan yang lebih efisien dari torsi mesin ke transmisi dan roda penggerak.


Pada bagian bawah gambar potongan torque converter memperlihatkan pressure plate pada posisi kerja sedangkan pada bagian atas memperlihatkan posisi tidak bekerja. Untuk mengurangi kejutan torsional saat pressure plate bekerja ke converter cover, spring loaded damper assembly (D) digunakan. Damper assem- bly di- spline ke turbine assembly dan damper's pivoting mechanism dipasang pada pressure plate assembly. 


Saat pressure plate bekerja, pivoting mechanism memungkinkan pressure plate untuk berputar secara bebas dari damper assembly sampai kira-kira 45 derajat. Efek peredaman dari damper assembly spring membantu mengurangi getaran pada converter clutch yang disebabkan oleh mesin atau permukaan jalan


Pressure plate di-spline ke turbine hub dan bekerja dengan converter cover untuk menghasilkan kopling mekanis dari mesin ke transmisi. Saat pressure plate assembly bekerja, sedikit slip yang terjadi saat melalui kopling fluida dihilangkan, sehingga menghasilkan perpindahan yang lebih efisien dari torsi mesin ke transmisi dan roda penggerak.


Pada bagian bawah gambar potongan torque converter memperlihatkan pressure plate pada posisi kerja sedangkan pada bagian atas memperlihatkan posisi tidak bekerja. Untuk mengurangi kejutan torsional saat pressure plate bekerja ke converter cover, spring loaded damper assembly (D) digunakan. Damper assem- bly di- spline ke turbine assembly dan damper's pivoting mechanism dipasang pada pressure plate assembly. 


Saat pressure plate bekerja, pivoting mechanism memungkinkan pressure plate untuk berputar secara bebas dari damper assembly sampai kira-kira 45 derajat. Efek peredaman dari damper assembly spring membantu mengurangi getaran pada converter clutch yang disebabkan oleh mesin atau permukaan jalan.


STATOR ASSEMBLY


komponen-torque-converter


Stator assembly terletak di antara pump assembly dan turbine assembly dan terpasang pada roller clutch. Roller clutch adalah tipe one-way clutch yang mencegah stator berputar berlawanan arah jarum jam. Fungsi dari stator adalah untuk mengarahkan fluida yang kembali dari turbine agar membantu mesin dalam memutar converter pump assembly, sehingga memperbesar torsi. Saat kecepatan kendaraan rendah, saat torsi yang lebih besar dibutuhkan, fluida dari turbine menabrak sisi depan stator blade (converter memperbesar torsi).


 Roller clutch mencegah stator berputar dengan arah yang sama dengan aliran fluida, sehingga mengarahkan fluida dan menaikkan tenaga fluida pada pump assembly. Fluida dari converter pump kemudian memiliki tenaga lebih untuk memutarkan turbine assembly dan memperbesar torsi mesin. Saat kecepatan kendaraan bertambah, gaya sentrifugal merubah arah fluida yang meninggalkan turbine sehingga menabrak sisi belakang dari stator blade (converter sebagai kopling otomatis). Saat ini terjadi, stator melalui roller clutch dan berputar bebas. Fluida tidak lagi diarah-kan dan torsi tidak lagi diperbesar.


CARA KERJA TORQUE CONVERTER


Saat mesin berputar, converter pump assembly berfungsi sebagai centrifugal pump. Menghisap fluida pada bagian tengahnya dan melemparkannya pada rim antara blade. Blade dibentuk sehingga fluida yang meninggalkannya berputar searah jarum jam menuju blade dari turbine. Saat fluida menabrak turbine blade, ia akan memaksa mereka untuk berputar. 


fungsi-torque-converter

Saat mesin idling tenaga fluida dari pump tidak cukup besar untuk memutar turbine, dan ini memungkinkan kendaraan tetap diam saat masuk gigi dengan mesin berputar idling. Saat throttle dibuka dan kecepatan pompa bertambah, lebih banyak oli yang dipompa.


Tenaga yang lebih besar bekerja pada turbine dan transmisi digerakkan. Saat beban pada output shaft dari converter (dari transmisi) menyebabkan torque converter berputar lebih lambat dari sisi input yang terhubung dengan mesin, converter akan memperbesar torsi. Dengan kata lain, meskipun RPM output lebih kecil dari RPM input, jumlah "puntiran" yang bekerja pada output shaft naik. Pembesaran torsi didapat secara hidrolis oleh aksi dari internal stator yang terpasang pada one-way roller clutch.


kerja-torque-converter

Saat converter memperbesar torsi, aliran fluida memaksa stator clutch untuk mengunci dan stator tetap pada posisi diam. Ini mengarahkan kembali fluida yang kembali dari turbine dan menghasilkan "dorongan" tambahan pada pump blade. Saat beban pada converter output shaft dikurangi dan sama dengan jumlah torsi yang dihasilkan oleh mesin, converter berhenti memperbesar torsi, output shaft kecepatannya bertambah dan RPM input/output akan hampir sama. Ini didapat oleh stator yang secara otomatis berputar pada one way roller clutch dan tidak lagi mengarahkan aliran fluida.


LOCK UP CLUTCH/TORQUE CONVERTER CLUTCH (TCC)


lock-up-clutch

Karena sifat dasar dari hydraulic torque converter, tidak akan pernah terjadi rasio 1:1 dari input ke output. Dengan kata lain, selalu ada sedikit slip antara input dan output shaft, bahkan saat torsi input mesin dan beban dari transmission hampir sama. Slip ini dapat menyebabkan mesin boros dan emisi gas buang naik. Selanjutnya, aksi internal dari torque converter menghasilkan panas. 


Panas disirkulasikan ke dalam transmisi melalui sirkulasi fluida. Terlalu banyak pembangkitan panas dalam converter dan transmisi dapat menyebabkan masalah. Untuk mengatasi ini, clutch dipasang dalam torque converter, dan TCC ini dikontrol oleh Transmission Control Module (TCM). Clutch plate sama bentuknya dengan conventional manual clutch, dan memiliki bagian tengah yang dapat berputar sampai 45°. TCC di-spline ke turbine dari converter, yang kemudian di- spline ke output shaft.


TCM akan mengaktifkan TCC dalam kondisi tertentu untuk:

1.Menghilangkan slip pada torque converter.

2.Mengurangi pembangkitan panas pada sistem.


TCM akan mengaktifkan TCC solenoid dalam transmisi untuk mengarahkan tekanan fluida ke belakang TCC plate, sehingga menempel pada converter housing dan menggerakkan transmisi dalam rasio 1:1. Saat TCM memerintahkan pelepasan TCC, tekanan diarahkan antara clutch plate dan converter housing, dan clutch terlepas. Transmisi kemudian digerakkan pada rasio converter.

Senin, 04 Juli 2022

Komponen Transmisi Manual Dan Fungsinya

Komponen Transmisi Manual Dan Fungsinya

sistem-transmisi


Sistem Transmisi merupakan komponen yang penting dari sebuah kendaraan bermotor. Semua kendaraan bermotor menggunakan sistem transmisi yang beraneka ragam. Tentunya sudah tidak asing bagi kita mengenai sistem transmisi. Untuk sekarang transmisi otomatis lebih banyak di produksi, selain untuk memenuhi kenyamanan pengemudi namun juga karena teknologinya yang sudah lebih maju sehingga transmisi otomatis lebih banyak peminatnya, walaupun tidak sedikit juga peminat transmisi manual.

Lalu apa saja Komponen dari sistem transmisi ini, berikut ini akan kami ulas apa saja komponen dari sistem transmisi pada mobil. Berikut ini komponen dari sistem transmisi manual


Baca Juga : 

Mekanisme Kerja Syncromesh

Cara Kerja Transmisi Manual

Universal Joint Pada Propeler Shaft

Komponen transmisi manual

1. Dog gear

Komponen transmisi manual pertama yakni Dog gear. Biasanya terletak pada belakan setiap gigi percepattan, berfungsi untuk mengurangi noise saat transmisi posisi netral karena backlesh berkurang.

3. Input Shaft


Inpu shaft merupakan bagian dari Komponen Transmisi Manual  untuk transmisi manual. Input shaft ini terpisah dari output shaft dalam arti putaran dari fly wheel tidak bisa dilanjutkan dari input shaft ke output shaft karena buka satu kesatuan. Untuk putaran dari fly whell akan diteruskan ke input shaft dan counter gear, setelah melewati gigi percepatan baru putaran dari input bisa di teruskan menuju output shaft

4. Output Shaft


Output shaft terletak pada bagian belakang transmisi, Komponen Transmisi Manual  inilah yang meneruskan putaran ke poros propeler yang kemudian dilanjutkan ke roda melalui final gear. Poros output tidak menjadi satu dengan poros input, sehingga memungkinkan kendaraan bisa dalam posisi netral. Pada output shaft juga terpasang sensor kecepatan kendaraan untuk menghitung seberapa cepat kendaran melaju yang di tampilkan pada speddo metter.

5. Syncronizer ring


Komponen transmisi manual selanjutnya adalah gigi sycromesh. Gigi sycromesh terletak di setiap perhubungan antara hub slive assy dengan gigi percepatan. Fungsinya yaitu untuk menyamakan putaran antara input shaft dan output shaft agar proses masuknya gigi lebih lembut serta berakibat ke komponen transmisi yang lebih awet. Gigi sycromesh terbuat dari bahan kuningan hal ini bertujuan agar jika part transmisi mengalami keausan, maka kita hanya cukup mengganti gigi sycromesh saja hal ini di karenakan gigi sycromesh memeiliki bahan yang lebih lunak dibandingkan dengan gigi percepatan yang terbuat dari baja. 

Cara kerja gigi syncromesh yaitu saat tuas transmisi di dorong menyebabkan hub slive juga terdorong ke arah gigi percepatan yang diinginkan, secara bersamaan gigi syncromesh juga terdorong ke arah gigi percepatan. Kemudian ketika tuas didorong lebih lanjut lagi maka gigi syncromesh juga semakin mendekati gigi percepattan yang mengakibatkan penyamaan putaran terjadi. pada tahap akhir ketika putran gigi percepattan dan syncromesh sama maka gigi percepattan akan terhubung dengan putaran dari input shaft dengan perantara hub slive.


6. Set gigi percepatan


Pada komponen transmisi manual agar bisa terjadinya rasio gigi maka dibutuhkan ukuran gigi percepatan yang berbeda-beda. Hal ini agar bisa tercapainya kecepatan dan torsi yang di butuhkan, sesuai dengan keinginan pengemudi. Gigi percepatan biasanya ditandai dengan bentuk gigi yang miring, hal ini di buat agar proses transfer putaran terjadi dengan lembut dan menghindari noise bengung.

7. Hub slive assy


Hub slive assy terdiri dari beberapa komponen yang menyatu namun bisa dilepas dan di gerakan. Fungsinya yaitu menghubungkan putaran dari input menuju gigi percepatan melali clutch hub serta syncronizer ring. Jika diuraikan lagi hub slive assy terdiri dari :

  • Sifting key spring, berfungsi unuk menjaga sifting key pada tempatnya saat proses hub slive terdorong.
  • Shifting key, menjaga posisi hub slive tetap bertautan atau pun netral .
  • Clutch hub, meneruskan putaran dari input saft melalui hub slive menuju gigi percepatan.\

8. Garpu pemindah ( Shift Fork )


Berfungsi untung mendorong hub slive agar bisa didapatkan gigi percepattan yang diinginkan.

9. Tuas transmisi


Terletak disamping pengemudi yang berguna untuk mendorong mekanisme perpindahan gigi.

10. Rumah transmisi ( Transmsision case )


Berfungsi sebagai tempat untuk oli transmisi dan mekanisme gir serta bearing agar transmisi bisa bekerja dengan tepat dan lembut

11.  Tuas penghubung transmisi ( Transmisi linkage )


Untuk menghubungkan pergerakan dari tuas transmisi menuju shift fork

12. Gigi mundur


Berfungsi agar kendaraan bisa berjalan mundur, biasanya gigi mundur menggunakan mekanisme sliding mesh

13. Gigi speedo meter


Pada komponen transmisi manual selanjutnya, gigi spedo meter berfungsi untuk menunjukan kecepatan kendaraan.


14. Switch mundur


Berfungsi sebagai switch untuk lampu mundur beserta komponen lainnya seperti sensor mundur dan kamera mundur.

15. Detent ball


Terletak pada bagian dalam transmisi. Detent ball terpasang bersama pegas dan mendorong shift fork shaft. Berfungsi untuk menahan agar shift fork tidak kembali ke netral saat sudah masuk gigi serta memberikan filing saat pengemudi memindahkan gigi.


16. Detent plate


terletak diantara shift fork shaft dan menghimpitnya. Berfungsi agar memungkinkan gigi percepattan hanya bisa masuk ke satu gigi percepattan saja. Meknisme ini juga disebut sebagai interlock mecanishm

17. Kopling


Salah satu Komponen Transmisi Manual  adalah kopling. Kopling merupakan salah satu komponen dari sistem transmisi yang sangat penting bagi kendaraan. Kopling berfungsi untung menyambungkan dan meneruskan putaran dari crankshaft menuju input transmisi. Namun kopling dari transmisi manual juga terdiri dari beberapa komponen yang saling berkesinambungan dan tidak boleh terpisahkan, harus memiliki ukuran yang akurat, bahan yang berkualitas yang tahan panas dan puntiran. Berikut ini komponen dari kopling :

  • Kampas kopling
  • Torsion Damper
  • Cover Clutch
  • Diafragma spring
  • Realease fork
  • Realease bearing
  • Kabel kopling / cylinder kopling
Itulah komponen kopling pada sistem transmisi, setelah kopling ada lagi komponen dari sistem transmisi.

Pelumasan


Untuk penggunakan oli transmisi pada mobil mini bus di indonesia khusunya bensin seperti xenia, avanza dan sejenisnya menggunakan oli dengan kekentalan oli 75W-GL 4 hingga 80W-90W GL5. Namun tentunya tetap disarankan menggunakan oli transmisi dengan kekentalan 75W-GL4 agar putaran transmisi lebih enteng.

Itulah mengenai komponen pada sistem transmisi manual yang wajib kamu ketahui jika ingin belajar mengenai Komponen transmisi manual.

Kamis, 30 Juni 2022

Mobil Bekas OLX Kualitas Terjamin

Mobil Bekas OLX Kualitas Terjamin

 Mobil Bekas OLX Kualitas Terjamin


OLX merupakat platform jual beli mobil bekas yang ada di indonesia. Dengan adanya OLX ini di harapkan dapat membantu masyarakat indonesia untuk menjual kendaraan bekas mereka dengan harga terbaik. Dan pastinya juga dapat membantu orang-orang yang sedang mencari kendaraan impiannya.


Berikut ini kami akan memberikan ringkasan rentang harga beberama mobil bekas olx dari beberapa merek agar bisa menjadi patokan awal kamu untuk membeli mobil bekas olx ini.


1. Nissan Grand Livina 2011-2015


mobil-bekas-olx


Walaupun pabrik mobil nissan sudah tidak ada di indonesia namun untuk mobil nissan masih banyak tersebar di seluruh pelosok negri ini. Untuk mobil bekas OLX dari merek nissan ini, dibandrol berkisaran harga 75.000.000-86.000.000 rupiah. Tentunya harga ini terbilang murah karena kualitas mobil nissan yang cukup mumpuni dan nyaman saat dikendarai


2. Toyota Yaris 2007-2012


mobil-bekas-olx


Toyota yaris sudah tidak asing lagi bagi masyarakat indonesia. Dengan modelnya yang sporty dan harga yang murah berkisaran di 60.000.000-90.000.000 membuat mobil ini masih banyak diminati oleh masyarakat indinesia. Tentunya setiap harga yang ditawarkan memiliki spek yang berbeda-beda. Jadi tetap selalu teliti dalam membeli mobil bekas.


3. KIA Picanto 2012-2015


mobil-bekas-olx


Mobil produkan dari korea ini memiliki harga yang cukup murah dibandingkan harga baru dari mobil ini. Ini dikarena pabrik mobil KIA sudah tidak ada di indonesia sehingga menyebabkan harganya yang menjadi anjlok sangat jauh dibandingkan dengan kenyaman yang ditawarkan oleh mobil ini. Walaupun mobil dengan segmen LCGC namun mobil KIA Picanto sangat nyaman ketika di tunggangi. Untuk harga mobil ini berkisaran di harga 80 jt - 90 jt. 


4. Toyota Agya 2012-2015


mobil-bekas-olx


Walaupun Toyota Agya merupana kembaran dari Daihatsu Ayla, harga Toyota Agya sedikit lebih mahal dibandingkan dengan Daihatsu Ayla. Hal ini dikarena pada Toyota Agya disematkan fitur-fituy tambahan sehingga membuatnya sedikit lebih mahal dibandingkan dengan daihatsu ayla. Untuk harganya sendiri toyota agya dibandrol berkisaran 75-85JT

5. Daihatsu Ayla 2012-2015


mobil-bekas-olx


Ayla masih banyak diminati oleh masyarakt indonesia. Halini dikarenakan ayla memiliki harga yang leboh murah dengan agya namun dekangan kualitas yang sama, karena dirakit oleh pabrik yang sama juga. Jika kamu membeli daihatsu ayla kami memiliki banyak keuntungan diantaranya kemudahan dalam melakukan servis, suku cadang yang melimpah, banyak nya mekanik yang sudah menguasai mobil ini, karena mobil sudah merakyat. Untuk harganya daihatsu ayla dibandrol dengan harga 60-85 JT. 


Rabu, 29 Juni 2022

Universal Joint Pada Propeler Shaft

Universal Joint Pada Propeler Shaft

Universal Joint Pada Propeler Shaft



1. PROPELLER SHAFT


Umumnya kendaraan dirancang menggunakan propeller shaft yang terbuat dari tabung baja. Sebagian besar sebab propeller shaft dibuat dengan tabung baja yang mempunyai ketahanan puntir yang relative tinggi terhadap perbandingan beban dan mempunyai ketahanan terhadap kebengkokan yang sempurna untuk mengimbangi kerjanya pada kecepatan tinggi.


Tambah wawasan mu :

Pegas diafragma pada koling

Komponen dan cara kerja transmisi otomatis

Menjaga ac mobil tetap dingin


PROPELLER SHAFT TIPE DUA JOINT 


Panjang keseluruhan dari propeller shaft tipe dua joint ini sangan besar. Bila propeller shaft berputar pada kecepatan yang tinggi ada kecenderungan sedikit bengkok, ini disebabkan dari sisa ketidak seimbangan (unbalance), sehingga diperlukan ketelitian keseimbangan yang besar untuk mengurangi defleksi dan vibrasi.


Propeller shaft tipe ini digunakan pada kendaran dengan wheel base kecil, seperti pada kendaraan Isuzu Panther, NHR 55, dan lain-lain. Komponen dari propellershaft tipe dua joint seperti ditunjukkan pada gambar dibawah.


PROPELLER SHAFT TIPE TIGA JOINT


Sebaliknya panjang dari setiap shaft dari dua bagian propeller shaft tipe tiga joint adalah lebih pendek dan menghasilkan defleksi dan ketidak seimbangannya kecil. Getaran yang timbul saat putaran tinggi juga dapat diserap Propellershaft tipe ini digunakan pada kendaraan yang mempunyai wheel base lebih besar seperti unit Isuzu NKR, FTR, FVM dan lain-lain


2. UNIVERSAL JOINT


Universal joint yang ada adalah sebagai berikut :

1. Hook joint

2. Tubular joint

3. Flexible joint


Tujuan dari universal joint adalah untuk menyerap perubahan sudut yang disebabkan oleh posisi transmisi dan differential yang tidak rata. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh universal joint adalah sebagai berikut :


• Harus dapat memindahkan tenaga dengan tanpa merubah sudut kecepatan walaupun sudut antara transmisi dan differential relative besar.

• Harus dapat memindahkan tenaga dengan lembut dan tanpa menimbulkan bunyi

• Harus mempunyai konstruksi yang sederhana dan bebas gangguan.


HOOK JOINT


Tipe joint ini secara umum banyak digunakan dan ciri dari tipe joint ini ditunjukkan pada gambar diatas. Hook joint terdiri atas sepasang fork dan sebuah spider. Spider dan fork dihubungkan dalam posisi yang aman oleh bushing atau needle roller bearing. Untuk memudahkan pembongkaran, fork dapat dipisah dari bearing atau bearing yang terpasang dapat ditarik ke luar.


Jika posisi propeller shaft relative terhadap unit transmisi dan reduction gear sehingga shaft dari universal joint pada sisi penggerak (drive side) tidak mempunyai sumbu yang sama dengan sisi yang digerakkan (driven side) dan sudut yang depan adalah α terhadap sudut yang belakang, jumlah putaran yang depan tidak sama dengan yang belakang


Tingkat variasi dalam kecepatan putaran shaft meningkat dengan sudut α, sehingga perlu pengaturan yang harus dibuat untuk menahan sudut α pada 12° - 18° . Untuk membuat agar rear axle terbebas dari pengaruh kecepatan putaran yang bervariasi, reduction gear shaft harus diatur agar mempunyai sumbu yang sama dengan main shaft transmisi dan sebagai tambahan, fork universal joint pada ujung propeller shaft harus berada pada arah yang sama.


KESEIMBANGAN PADA PROPELLER SHAFT


Fungsi Keseimbangan Jika komponen-komponen yang berputar keseimbangannya tidak tepat pada kendaraan yang dioperasikan pada kecepatan tinggi dan getaran serupa dengan kendaraan, akan menghasilkan resonansi. Hal ini akan menyebabkan getaran pada kendaraan akan meningkat secara cepat, yang menghasilkan keburukan dalam stabilitas laju kendaraan. Untuk mencegah ini "keseimbangan " pada propeller shaft adalah sangat penting.


SHAFT TIDAK BALANCE :

1. Komponen yang berputar tidak sepusat.

2. Komponen yang berputar tidak simetris

3. Kerapatan materialnya dari komponen tersebut menjadi tidak sama.

4. Menimbulkan distorsi yang diakibatkan oleh pemanasan yang berlebihan.

5. Deviasi dari titik pusat yang sebenarnya yang mengakibatkan keausan bearing

6. Menimbulkan distorsi yang diakibatkan dari "press-fitting" dan perlakuan panas (heat-treatment) pada komponen yang berputar.


INTERMEDIATE BEARING


Kendaraan dengan wheelbase yang panjang memerlukan pemakaian propellershaft yang panjang untuk menghubungkan unit transmisi dengan reduction gear. Selama operasi kecepatan tinggi, propeller shaft dapat menjangkau kecepatan putar kritis karena panjang propeller shaft adalah rendah dalam getaran alami (natural vibration).


Untuk mencegah terjadinya gangguan, panjang propeller shaft biasanya dipisahkan dalam bagian depan dan belakang yang dihubungkan dengan sebuah universal joint. Propeller shaft tipe split ditopang dengan bearing yang dipasang pada cross-member frame pada ujung belakang dari depan setengahnya propellershaft.


Karena mesin dan transmisi dipasang pada frame melalui bahan elastis seperti rubber mounting, dan lain-lain. intermediate bearing diatur untuk menyesuaikan pergerakan dari mesin dan transmisi. Gambar diatas mengilustrasikan sebuah propeller shaft tipe split yang ditopang oleh selfaligning type ball bearing. Seperti sebuah propeller shaft pengaturannya adalah relative sederhana dalam konstruksi tetapi jika variasi dalam sudut shaft berlebihan, mengakibatkan oil seal rusak dengan demikian rawan terhadap kebocoran oli.


Dalam toleransi ketidaklurusan menyamping (lateral) pada shaft, posisi pengikat bearing inner dipasang dengan bebas. split-type propeller shaft digunakan pada kendaraan heavy-duty desain terbaru ditopang dengan standard ball bearing dan sebuah cushioning rubber yang dipasangkan diantara pengikat bearing outer.

Selasa, 28 Juni 2022

Komponen kopling pada mobil

Komponen kopling pada mobil

KONSTRUKSI DAN FUNGSI KOPLING JENIS DIFRAGMA


1. KONSTRUKSI KOMPONEN KOPLING 

kopling diafragma

Fungsi utama kopling jenis kopling Diafragma ( selanjutnya kita tulis clutch cover sebagai bahas tehnik nya ) adalah untuk menghubungkan dan memutuskan tenaga mesin dengan cepat dan akurat. Cover clutch selalu berputar dengan kecepatan yang sama dengan putaran mesin dan harus memiliki balance yang baik pada saat berputar dan dapat meradiasikan panas yang efektif ketika kopling berhubungan. Di dalam cover clutch terdapat spring-spring yang menekan pressure plate terhadap pelat kopling. Spring yang digunakan ada yang berbentuk coil spring dan diaphragm spring.


Tambah wawasan kamu :

Belajar keterampilan dasar jadi teknisi

Komponen utama sistem transmisi

Cara kerja transmisi manual

Cara kerja VVTi


KOMPONEN KOPLING PEGAS DIAPHRAGMA


Tipe Diaphragm spring kebanyakan digunakan pada kendaraan dengan kecepatan tinggi. Pegas diaphragm terbuat dari pegas baja, Setelah dibentuk kemudian dipanaskan untuk menambah kekuatan. Batas-batas yang diharapkan dari konstanta spring diperoleh dengan mempertimbangkan tinggi dan tebal dari diaphragm secara hati-hati. Berikut ini komponen kopling mobil


kopling diafragma


Dari konstruksi yang diillustrasikan dalam gambar, spring diaphragm itu tidak hanya berfungsi sebagai pegas kopling tetapi juga sebagai release lever. Pada bagian spring diaphragm dibaut ke clutch cover melalui wire ring yang dipasang pada ke dua sisi spring, dan sekeliling bagian luar spring dihubungkan ke pressure plate.


2. CARA KERJA DIFRAGMA SPRING


kopling diafragma


Pada saat tekanan diberikan pada sekeliling bagian dalam diaphragm spring, gaya spring melawan wire ring, menyebabkan sekeliling bagian luar diaphragm bergerak keluar, dengan demikian menggerakkan pressure plate menjauhi dari flywheel.

komponen kopling mobil terdiri dari beberapa komponen kopling mobil

METODE PEMINDAHAN TENAGA MESIN


kopling diafragma

1. Menurut metode yang umumnya, permukaan pressure plate dipasang pada lubang clutch cover untuk memungkinkan gerakan sliding pressure plate dalam arah aksial. Tipe kopling seperti ini tergantung pada gesekan material facing untuk memindahkan torsi mesin, gesekan material besar kemungkinan aus dengan pengoperasian pemutusan hubungan yang tidak benar jika torsi mesin meningkat secara berlebihan.


kopling diafragma


2. Pada tipe kopling sudah pasti, clutch cover dihubunngkan dengan pressure plate oleh strap plate, (gambar disamping) defleksi digunakan untuk menggerakan pressure plate dalam arah aksial, dengan demikian membuat kopling berhubungan dan tidak berhubungan.


Kopling mempunyai susunan mekanis sedemikian rupa dan menjamin pemindahan torsi mesin yang baik selama pressure plate pada cover clutch mempertahankan dari selip selama pressure plate berhubungan dengan disc clutch. Bila kopling dihubungkan, tenaga mesin diteruskan dari flywheel mesin ke transmisi seperti berikut. Fly whell ke cover clutch ke pressure plate ke disc clutch ke input transmisi.


3. KARAKTERISTIK 


KEISTIMEWAAN DIAPHRAGM SPRING


kopling diafragma

1. Stabil terhadap perubahan beban spring dan merata saat dioperasikan pada kecepatan tinggi. Berbeda dengan coil spring, diaphragm spring tidak dipengaruhi oleh gaya sentrifugal yang dihasilkan melalui kecepatan putar yang tinggi dan karenanya tenaga spring tidak berubah.


2. Tidak ada kondisi mengambang seperti release lever. Release lever tidak diperlukan karena diaphragm spring berfungsi juga sebagai release lever.


kopling diafragma

3. Tenaga yang diperlukan untuk membebaskan kopling kecil Karakteristik dari diaphragma spring dapat secara bebas bervariasi dengan mengubah hubungan antara tingginya dan ketebalan dari diaphragm spring. Lihat gambar, perlu dicatat bahwa tenaga yang diperlukan untuk menahan kopling dalam posisi terbebas penuh sangat kecil.


kopling diafragma


4. Tenaga spring yang diberikan pada komponen kopling tidak berubah meskipun facing aus. Jika test dilakukan dengan membandingkan tenaga diaphragm spring dan coil spring set pada nilai yang sama, kurva perubahan tenaga spring yang diberikan seperti yang ditunjukkan pada gambar. Pada grafik menunjukkan gerakan pressure plate sepanjang garis horizontal dan tekanan pressure plate sepanjang garis vertikal. Karakteristik coil spring ditunjukkan dalam garis “PX” dan karakteristik diaphragma spring ditunjukkan dalam garis “PY”.


Pada saat kopling dipasang baru, tekanan dari pressure plate pada posisi normal “ X”, adalah sebanding untuk kedua tipe, bila pressure plate pada posisi pembebasan maksimum (ditekan penuh), ditunjukkan pada grafik “Z”. Bila pelat kopling pada posisi keausan sampai batas limit ditunjukkan pada grafik “Y”. Dalam kasus coil spring, tekanan spring berkurang karena keausan facing seperti halnya yang ditunjukkan pada grafik garis “A”, dalam keadaan seperti ini kopling cenderung slip. Sedangkan dalam diaphragm spring, bagaimanapun juga tekanan spring tidak

berkurang walaupun ketebalan facing berkurang seperti yang ditunjukkan pada grafik garis “B”.


 KARAKTERISTIK KOPLING COIL SPRING


kopling diafragma

Dalam kasus coil spring konstan, konstanta spring tidak berubah. Bagaimanapun juga, coil spring tidak cocok untuk digunakan pada kopling dengan operasi putaran tinggi, jika perputaran tinggi pada kopling bertambah, mengakibatkan coil spring terlempar ke luar seperti yang ditunjukkan pada gambar, dan menimbulkan tekanan spring berkurang


4. KAPASITAS KOPLING


kopling diafragma


Jika kapasitas kopling berlebihan dari torsi yang dihasilkan oleh mesin, mesin cenderung mati saat kopling berhubungan, bila kapasitas kopling kecil, kopling akan cenderung slip dan mempercepat keausan pada facing. Dengan demikian, kapasitas kopling sangat penting dipertimbangkan secara hati-hati sesuai out put mesin. Gambar dibawah menunjukkan bagaimana awal bergeraknya kendaraan dipengaruhi oleh kapasitas kopling. 


Pernyataan dari gambar disamping, jika kapasitas kopling besar, diperlukan waktu yang pendek untuk memindahkan kopling ke dalam penghubungan penuh, tetapi mesin akan mati karena beban yang diberikan pada mesin secara mendadak. Sebaliknya, jika kapasitas kopling terlalu kecil, selama periode kopling berlanjut untuk slip setelah penghubungan menjadi lebih panjang tetapi kecepatan mesin berkurang sehubungan dengan tenaga yang sangat kecil.


FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMAKAIAN KOPLING


Tingkat keausan friction plate sangat dipengaruhi oleh periode selama kopling tertahan pada hubungan sebagian. Keausan friction plate dipengaruhi oleh factor–faktor berikut :


A. PENGARUH KECEPATAN MESIN TERHADAP PEMAKAIAN KOPLING


kopling diafragma

Lihat pada gambar, dapat dicatat jika penghubungan kopling pada saat mesin berputar dengan kecepatan tinggi, pada waktu tertentu, diambil sebelum kopling berhenti slip tetapi reduksi kecepatan mesin sangat kecil.


B. PENGARUH BERAT KENDARAAN TERHADAP PEMAKAIAN KOPLING

kopling diafragma



Seperti pada gambar grafik disamping, menambah berat dari kendaran akan memperluas selama periode bilamana kopling slip berlanjut dengan demikian sangat mempengaruhi akselerasi. Diagram juga menunjukkan bagaimana selama periode yang mana kopling selanjutnya slip bervariasi dengan gigi rendah dan gigi kedua ketika digunakan awal bergerak (starting).

C. PENGARUH KAPASITAS KOPLING TERHADAP PEMAKAIAN KOPLING

kopling

Seperti pada gambar grafik disamping, selama periode di mana kopling terus slip setelah penghubungan dapat diperpendek dengan meningkatkan kapasitas kopling tetapi jika seperti kasus penghubungan kopling diikuti dengan pengurangan kecepatan mesin mendadak output mesin diteruskan oleh kopling adalah besar. Maka mesin akan mati ketika untuk menstart kendaraan dan akselerasi adalah berpengaruh.